TN Gunung Halimun Salak Dapat Penghuni Baru Berupa 23 Ekor Ular

Klikhijau.com - Saat terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek. Banyak satwa yang terkena dampaknya dan harus diselamatkan. Salah satu jenis satwa yang diselamatkan itu adalah ular. Ular-ular y...

TN Gunung Halimun Salak Dapat Penghuni Baru Berupa 23 Ekor Ular
Bacakan Artikel

Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan, pelepasliaran merupakan bagian program penguatan konservasi in-situ, dengan mengacu ketentuan pelepasliaran guna mendukung penguatan populasi spesies target dan upaya keseimbangan ekosistem di wilayah TNGHS.

Akan dilaksanakan dikawasan lain

Pelepasliaran ular yang merupakan mangsa (prey) dan pemangsa (predator) di kawasan TNGHS dinilai strategis. Mengingat TNGHS merupakan habitat Burung Elang Jawa sebagai satwa kunci (key species). Ular merupakan salah satu mangsa utama dari Burung Elang Jawa. Di sisi lain juga sebagai pemangsa dari satwa pengerat (rodentia) yang ada di TNGHS.

"Kegiatan serupa akan dilaksanakan di kawasan konservasi lainnya dengan jenis-jenis satwa lainnya yang merupakan satwa asli/lokal di habitat tersebut," ungkapnya.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Ahmad Munawir, menyampaikan bahwa terpilihnya kawasan TNGHS sebagai tempat pelepasliaran 23 jenis ular ini. Didasarkan atas hasil kajian daya dukung habitat, dan pertimbangan sosial, seperti jarak dari pemukiman penduduk, yang dilakukan oleh BTNGHS dan mitra.

Balai KSDA Jakarta selaku pengelola Pusat Penyelematan Satwa (PPS) dan Wildlife Rescue Unit (WRU). Sangat membutuhkan dukungan dari para pihak dalam melakukan upaya penyelamatan satwa, rehabilitasi, dan habituasi. Terutama kerjasama penyediaan lokasi pelepasliaran satwa seperti kawasan TNGHS.

Pesan edukasi terhadap upaya pelepasliaran satwa liar di habitatnya. Dilakukan melalui pesan SMS, dan Whatsapp Broadcast di wilayah cover area Seksi Pengelolaan TN Wilayah I Lebak-TNGHS.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: