Sumpah, Ini Hanya Cerpen Sampah

Apa pun yang terjadi dalam cerita ini, kau musti percaya. Sebab ini kutulis dengan penuh kesadaran pada sebuah pagi yang lupa menyiapkan sarapan. Maka kau harus percaya, aku tak mungkin mengisahkan ce...

Sumpah, Ini Hanya Cerpen Sampah
Bacakan Artikel

"Apakah kalian tahu siapa yang harus disalahkan dalam peristiwa ini?" Suara Sahdan setengah teriak. Warga yang lain ngangguk-ngangguk. Semua menatapku tajam.
"Yang harus disalahkan adalah dia...!!!" Tambah Sahdan sembari menunjukku.
"Sebab dia yang membuat cerita ini. Apa sulitnya ia buat sebuah ending yang bahagia? Kenapa ia harus membuat sebuah ending yang pilu seperti ini? Dia yang harus bertanggung jawab..!!!" Pungkas Sahdan sembari mengeluarkan sebuah parang dari balik bajunya.

Aku gemetar. Hanya bisa menunduk. Tak tahu musti menulis apa lagi. Sungguh, aku tak mampu menulis apa pun lagi.

****

Majidi, 2019

Rifat Khan, lahir pada tanggal 24 April 1985. Beberapa karyanya dimuat Metro Riau, Majalah Cempaka, Suara NTB, Lombok Post, Radar Surabaya, Radar Banyuwangi, Radar Bromo, Radar Sulbar, Banjarmasin Post, Satelit Post, Basabasi, Tabloid Nova, Detikcom, Cendana News, Majalah Simalaba, Tribun Jabar, Bali Pos, Padang Ekspres, Sinar Harapan, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Riau Pos dan Republika. Kini mukim di NTB dan bergiat di Komunitas Rabu Langit Lombok Timur.

[irp]

Pilih Halaman: