Segala yang Hanyut ke Laut

Sebelum Burung Peliharaan Terbang   Bibit pohon kersen setinggi lutut  kemarin telah kutanam tepat di depan rumah, berdampingan dengan bibit pohon mangga pemberian tetangga awal kita pindah....

Segala yang Hanyut ke Laut
Bacakan Artikel

Mereka memasuki pintu tanpa salam

Aku menyuruh mereka duduk melantai. Di atas dipan telanjang dari kayu jati. Aku tak punya kursi apalagi permadani.

Mereka memasang wajah cemberut, seseorang yang menyandang gelar Andi tak bisa disuruh duduk begitu saja. Itu sama saja mencemooh leluhur mereka

Yang jadi sengketa adalah 7 pohon kelapa, tadi sore dipanjat oleh kakak atas permintaan ibu mereka.

Lebih dari 100 butir, harganya 2 ribu perbutir, kakak membelinya karena kasihan.

Meskipun harga kelapa lagi terpuruk.

Mereka meminta kakak untuk tidak lagi memanjat dan membeli biji kelapanya.

Bahkan mereka menuduh kakak memanjat kelapa tanpa izin, membawa nama-nama petinggi polisi untuk menakut-nakuti.

Tak ada cara lain membungkam mereka. Kusebut nama presiden sekedar untuk menginformasikan bahwa minyak goreng dibuat dari sawit. Bukan biji kelapa.

Entah kapan aku akan kaya, tapi bersabarlah. Aku sedang berdialog dengan pohon kelapa untuk sekadar bertukar isi kepala, mereka telah meneduhkan dari terik matahari yang memanggang karena krisis iklim.

[irp]

Pilih Halaman: