Olimpiade Tokyo dan Alasan Menobatkannya sebagai Olimpiade Ramah Lingkungan

oleh -174 kali dilihat
Olimpiade Tokyo dan Alasan Menobatkannya sebagai Olimpiade Ramah Lingkungan
Olimpiade Tokyo dan Alasan Menobatkannya sebagai Olimpiade Ramah Lingkungan-foto/ twitter @Tokyo2020

Klikhijau.com – Olimpiade telah jadi ajang olahraga terbesar sejagad. Pagelarannya dilakukan empat tahun sekali. Dan diikuti banyak atlet dari berbagai negara.

Olimpiade menjadi tempat mengadu berbagai cabang olahraga dari seluruh dunia.  Perjalanan pesta olahraga ini telah berlangsung sangat lama. Menurut catatan Wikipedia, olimpiade pertama kali digelar di Athena, Yunani pada tahun 1896 silam.

Pesta akbar dunia olahraga ini menggaungkan motto Citius, Altius, Fortius yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti “Lebih cepat, Lebih tinggi, Lebih kuat.”

Tidak ada negara yang paten sebagai pelaksana ajang empat tahunan ini. Setiap negara memiliki peluang menjadi tuan rumah.

KLIK INI:  Bagaimana Bisa Aliran Air dari Pegunungan Tak Sebersih yang Diharapkan?

Dan setiap negara yang menjadi tuan rumah dari ajang ini memiliki misi dan tujuan tertentu, juga ciri khas masing-masing.

Pada tahun ini, olimpiade berlangsung di Tokyo, Jepang. Seharusnya pagelarannya dilaksanakan tahun 2020 lalu, tapi karena pandemi Covid-19 harus molor ke tahun 2021 ini.

Jepang sama seperti negara penyelenggara sebelum-sebelumnya yang juga tampil dengan ciri khasnya sendiri.

Namun, hal menakjubkan dari penyelenggaraan tahun ini, karena  negara penyelenggara (Jepang) mencoba membuat inovasi baru yang ramah lingkungan.

Jadi, selain sebagai ajang adu bakat, Olimpiade Tokyo 2020 tahun ini, juga mengangkat isu lingkungan dengan tema “Be better, together – for the planet and the people”.

Nah, ini 6 alasan kenapa Olimpiade Tokyo layak menyandang sebagai pesta olahraga akbar yang ramah lingkungan

  • Obor dari limbah

Penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo menggunakan obor berbahan bakar hidrogen. Ini pertama kalinya bahan bakar ini digunakan untuk menyalakan api olimpiade.

Api tersebut sebagaimana ritus olimpiade  diarak mengelilingi Jepang. Langkah penggunaan hidrogen ini sebagai salah satu upaya menggelar ajang olahraga yang ramah lingkungan.

Tujuan penggunakan bakar hidrogen untuk memotong emisi karbon yang bisa berdampak buruk kepada lingkungan.

Selain menggunakan bahan bakar hidrogen, obornya pun terbuat dari limbah kontruksi yang berasal dari gempa bumi besar yang terjadi di Jepang bagian timur.

  • Tempat tidur dari kardus

Tempat tidur yang digunakan oleh para atlet terbuat dari kardus. Banyak isu miring mengenai hal ini, sebab ada laporan yang mengatakan jika penggunaan tempat tidur dari kardus untuk menghindari terjadinya hubungan seks di antara atlet.

Namun,  laporan itu telah dibantah  oleh beberapa atlet, karena faktanya kardus tersebut sangat kuat bahkan bisa menahan beban hingga 200 kilo.

Tujuan dari penggunaan kardus karena bahan tersebut bisa didaur ulang.

KLIK INI:  Melindungi Tanaman dari Patogen Mematikan dengan Rumput Liar
  • Medali dari daur ulang

Penyelenggaraan olimpiade tahun ini terbilang unik dari segi medali. Sebab medalinya terbuat dari limbah elektronik berupa ponsel bekas, laptop, kamera hingga perangkat game genggam.

Limbah elektronik itu  didaur ulang  menjadi medali, tidak tanggung-tanggung bahkan mencapai 78.985 ton sampah elektronik yang didaur ulang.

Pembuatan medali sendiri dimulai sejak bulan April 2017 lalu, masyarakat Jepang membuat medali itu secara kolektif atau gotong royong.

  • Seragam ramah lingkungan

Pada saat pembukaan Olimpiade Tokyo, delegasi tuang rumah (Jepang) memakai seragam rancangan AOKi Holding Icn. Perusahaan ini  merupakan sponsor resmi Olimpiade Tokyo 2020.

Hal menarik dari seragam tersebut karena  terbuat dari serat nabati ramah lingkungan, memiliki fitur yang melindungi dari panas, dan minim jejak karbon.

Kaos itu, menurut asosiasi Olimpiade Tokyo dikenakan oleh  para pembawa obor dibuat dari daur ulang botol plastik minuman soft drink. Menarikkan?

KLIK INI:  Menyorot Peran Senapan Angin sebagi “Malaikat Maut” bagi Satwa
  • Podium dari plastik bekas

Hal menarik lainnya adalah podium yang dibangun untuk menerima medali bagi juara. Podium tersebut berasal dari daur ulang plastik bekas, yang dipasang disejumlah arena olahraga olimpiade.

Untuk membuat podium  dibutuhkan sekitar 45 ton plastik bekas. Plastik-plastik itu dikumpulkan dari supermarket, laut, dan rumah-rumah di sekitaran jepang sejak 2019 lalu.

  • Mobil ramah lingkungan

Selain bahan bakar obor yang terbuat dari hidrogen. Ada sekitar  sekitar 500 mobil pula yang ditenagai sel bahan bakar hidrogen.

Mobil-mobil ramah lingkungan itu digunakan selama olimpiade yang digelar dari 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang.

Apa yang dilakukan Jepang, patut dicontoh oleh negara lain yang menggelar pesta olahraga, termasuk Indonesia yang akan menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Olahraga, sebagai pesta yang banyak digemari masyarakat. Sangat tepat dan penting mengusung tema dan perlengkapan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

KLIK INI:  5 Ciri Khusus Ini Membuat Kaktus Tahan Hidup dalam Lingkungan Kering