Stadion Hutan Internasional Bakal Berdiri Mega di Milan, Italia

oleh -37 kali dilihat
Stadion Hutan Internasional Bakal Berdiri Mega di Milan, Italia
Stadion hutan di Milan-foto/Inhabitat

Klikhijau.com – Qatar telah membuka mata dunia dengan bangunan stadion yang bisa dibongkar. Stadion itu diberi nama Stadion 974 yang terbuat dari kontainer. Kapasitasnya 40.000 orang.

Selama ini tak  ada bayangan jika ada sebuah stadion yang bisa dibongkar dan dipindahkan. Namun Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mewujudkannya hal itu menjadi nyata.

Di masa depan, bakal banyak bangunan tak terduga sebelumnya bisa muncul, termasuk bahan bangunannya. Misalnya yang ditemukan oleh empat mahasiswa di American University di Kairo.

Keempatnya berhasil menciptakan beton yang bisa mengeluarkan cahaya. Jadinya, bangunan “bisa” tak menggunakan listrik.

KLIK INI:  Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Kata-Kata Inspirasi yang Melingkupinya

Kembali ke persoalan stadion, di masa mendatang klub-klub sepak k bola dunia akan berlomba-lomba menciptakan stadion yang berpihak pada lingkungan, yang lebih berkelanjutan.

Dilansir dari Inhabitat, di Milan , Italia misalnya, Stefano Boeri Architetti dan tim, termasuk Arup, Fabio Novembre dan Balich Wonder Studio, baru saja meluncurkan rencana desain Stadion Hutan Internasional.

Dikelilingi banyak pohon dan tumbuhan

Apa yang membuat stadion dan taman ini unik adalah dibangun dengan konsep hutan. Banyak pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lain yang mengelilingi lapangan dan tegakan.

Stadion ini akan memiliki atap hijau horizontal seluas 5.700 meter persegi (lebih dari 61.000 kaki persegi) dan fasad hijau seluas 7.000 meter persegi (lebih dari 75.000 kaki persegi). Faktanya, fasad ini ditanami 3.300 pohon dan 56.300 semak dari 70 spesies berbeda.

Proyek ini akan berlokasi di area San Siro di Milan dan merupakan desain pemenang dari sebuah kompetisi yang diumumkan pada tahun 2019 oleh tim Inter dan Milan.

KLIK INI:  Pilihan Terbaik bagi Semua Pihak, Membiarkan Satwa Liar pada Fitrahnya

Stadion baru ini akan menjadi bagian dari distrik olahraga dan rekreasi Milan yang berukuran lebih dari 800 hektar untuk rencana induk yang akan mengubah distrik San Siro menjadi pusat olahraga  Eropa .

Di Stadion Hutan Internasional tersebut, popohonan akan melapisi dinding. Proyek tersebut memindahkan terowongan Patroclus untuk membangun stadion di tengah taman kota seluas 4,5 hektar yang jauh dari pemukiman warga. Sementara itu, rencana lengkapnya meliputi perkantoran , hotel, pusat konferensi dan ruang komersial beserta kompleks olahraga.

Selain pepohonan yang melapisi dinding, terdapat pula trek untuk digunakan publik dengan nuansa hijau yang kental. Hal lain yang ditawarkan stadion ini adalah dapat menyala di malam hari.

Ini juga lebih dari sekadar ukuran untuk membuat kompleks olahraga lebih nyaman saat panas atau lebih menarik. Hutan kota ini akan menyerap 162 ton karbondioksida setiap tahunnya, membersihkan udara dan menyerap debu serta menurunkan suhu dari efek pulau panas.

KLIK INI:  Mengandung Melatonin, 7 Makanan Ini Bikin Tidurmu Lelap di Malam Hari

Selain itu, pengelolaan air dan limbah serta permukaan pengumpul matahari melengkapi rencana yang menjadikan kompleks ini swasembada dan ramah lingkungan.

Keunikan lainnya yang menarik dari stadion ini adalah arus lalu lintas, yang fasilitasnya dirancang di sekitar arus alami penonton dan karyawan. Desain kemudian bertujuan untuk membuat fasilitas dapat diakses dan mudah dinavigasi. Untuk komunitas , area komersial dan restoran, bar, pusat kebugaran, dan ruang museum dapat diakses.

Tower of Light yang menjadi landmark tim-tim Milan juga akan berubah warna tergantung tim yang bermain di lapangan. Di luar stadion, sebuah taman mengabadikan sejarah stadion Meazza saat ini dan melayani publik dengan peringatan cerita.

Di masa mendatang, akan banyak bangunan unik dan menarik yang berpihak pada lingkungan. Hal itu patut dinanti dan didukung demi Bumi yang lestari.

KLIK INI:  12 Negara Peserta Piala Dunia 2022 yang Memakai Julukan Hewan

Dari Inhabitat