4 Bahan Bakar Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil

oleh -45 kali dilihat
Draft RUU Sumber Daya Air yang Baru Telah Disetuju DPR
Ilustrasi air/foto-jonika.org

Klikhijau.com – Semakin menjamurnya kendaraan bermotor dan Industri. Menyebabkan penggunaan bahan bakar pun semakin melonjak. Di Indonesia dominan masyarakat menggunakan bahan bakar fosil  yang dianggap tidak rama lingkungan.

Karena bahan bakar tersebut bisa menyebabkan polusi udara. Dengan adanya polusi udara, maka kesehatan manusia, tumbuhan, satwa, dan lingkungan akan terganggu.

Apalagi  bahan bakar fosil  memiliki masa untuk habis. Iya, pengerukan terus menerus akan mengakibatkan bahan tersebut  pasti ludes suatu hari nanti.

Bahan bakar fosil pun dikategorikan bukan energi baru terbarukan. Bahan bakunya tidak mudah diproduksi—butuh ratusan tahun. Selain itu, banyak masalah yang ditimbulkan, pencemaran lingkungan hanyalah salah satunya.

KLIK INI:  Dampak Pemakaian Mesin Diesel Pada Kesehatan Manusia, Klik Ini!

Sayangnya untuk saat ini, sepertinya pemerintah dan masyarakat masih sulit beralih dari bahan bakar ini. Pemanfaatannya masih sangat tinggi, khususnya  untuk menggerakkan kendaraan dan mesin.

Sebenarnya, banyak pilihan bahan bakar selain yang diproduksi dari fosil. Hanya saja “rasa nyaman” menggunakan energi fosil masih meraja.

Mengutip dari greenarration ada beberapa bahan  bakar alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil, yaitu:

  •  Air

Air telah menjadi kebutuhan paling penting setiap makhluk hidup. Karena air adalah sumber kehidupan, terutama untuk minum.

Namun selain untuk diminum, air pun terus saja diuji coba sebagai bahan bakar alternatif hingga  saat ini.

Jika uji cobanya berhasil, tidak menutup kemungkinan bahan bakar nantinya akan menggunakan air. Hal itu tentu akan jadi  terobosan besar untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak  yang sangat banyak.

Potensi air sangat besar karena mengandung komponen kimia H2O. Artinya air adalah oksidasi dari hidrogen.

Karenanya, jika para peneliti bisa menemukan teknologi yang dapat memecah molekul air menjadi hidrogen, maka peluang menggunakan air menjadi sumber bahan bakar alternatif bukan lagi hal yang mustahil.

  •  Hidrogen

Hidrogen merupakan salah satu energi kimia yang terus dikembangkan hingga kini. Semakin maraknya produksi mobil listrik, membuat pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar semakin terbuka lebar.

Hidrogen yang merupakan elemen kimia. Memiliki sifat yang sangat mudah terbakar. Ketika bercampur dengan udara, hidrogen mampu menghasilkan pembakaran. Hal ini bisa meningkatkan efisiensi mesin.

KLIK INI:  Cara Membuat Disinfektan dari Cuka Kayu Ala Daops Manggala Agni Gowa!
  • Biodiesel

Sumber bahan bakar alternatif yang dinilai paling efektif  dewasa ini adalah biodiesel. Ia berasal dari minyak nabati atau lemak hewan yang diolah sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah dibandingkan emisi dari bahan bakar fosil.

Kelapa sawit menjadi salah satu sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebagai biodiesel.

Sebagai salah satu penghasil sawit terbesar dunia. Indonesia  bisa jadi “kiblat” penggunaan biodiesl. Namun, perlu diingat bahwa kelapa sawit membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.

  •  Etanol

Sifat etanol yang gampang menguap dan mudah terbakar. Menjadikannya sebagai pilihan bahan bakar yang baik.

Cairan etanol ini dapat dijadikan campuran pada bahan bakar. Ia juga memiliki sifat yang sedikit menghasilkan emisi. Jadi, etenol bisa digolongkan juga sebagai bahan bakar yang berpihak pada lingkungan

Sebenarnya penggunaan etanol sudah sangat lumbar dalam kehidupan manusia. Terutama saat pandemi Covid-19 menyerbu. Etanol banyak dimanfaatkan sebagai campuran dari beberapa produk, hand sanitizer salah satunya.

Hand sanitizer saat ini telah seolah mulai tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Itulah bahan bakar alternatif yang bisa dimanfaatkan menggantikan bahan bakar fosil. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, bahan-bahan yang disebutkan di atas sangat mungkin dikembangkan dan digunakan ke depannya.

Dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Napas Bumi akan lebih panjang dan kesehatan makhluk hidup akan lebih baik.

KLIK INI:  Hendak Mudik dengan Rasa Cinta Pada Lingkungan, Ikuti Tips Ini!