Ngeri, Sampah Plastik Mengancam Burung Migran di Danau Limboto

oleh -284 kali dilihat
Ngeri, Sampah Plastik Mengancam Burung Migran di Danau Limboto
Seekor burung gagang bayam sedang mencari makan/Foto-Mongabay.co.id

Klikhijau.com – Bagi mereka yang memiliki ketertarikan mengamati burung, Danau Limboto di Gorontalo, merupakan tempat terbaik yang bisa didatangi. Tak hanya burung-burung liar penetap, satu keistimewaannya adalah danau ini menjadi tujuan utama berbagai jenis burung migran dari belahan dunia.

Pentingnya posisi Gorontalo dan Danau Limboto sebagai habitat burung migran, membuat Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota), sebuah organisasi yang menaruh perhatian pada perlindungan keanekaragaman hayati, menggelar perayaan World Migratory Bird Day (WMBD) atau Hari Burung Migran Sedunia, di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Perayaan WMBD di Gorontalo ini, melibatkan sejumlah penggiat lingkungan lainnya, seperti Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (E-PASS), Bogani Nani Wartabone, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo, Sektretaris SDGs Provinsi Gorontalo, Timuato Institute, Harry & Mimin Homestay dan AJI Kota Gorontalo.

KLIK INI:  Bahaya, Limbah Plastik Dunia Mengancam Indonesia

Danau Limboto yang menjadi habitat burung migran sejak lama menjadi muara bertumpuknya sampah plastik dari 23 sungai, sampah plastik ini menjadi ancaman serius kehidupan burung-burung yang hidup dan menyinggahi kawasan ini sepanjang tahun.

Melalui perayaan World Migratory Bird Day (WMBD), Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota), menyuarakan pentingnya penghentian sampah plastik. Mereka telah mencatatkan diri berperan aktif pada sekretariat perayaan WMBD.

WMBD merupakan kampanye global peningkatan kesadaran konservasi burung migran dan habitatnya yang dilakukan serentak di dunia dengan melibatkan kerjasama internasional. Kegiatan ini sudah dirintis sejak tahun sejak 2016.

Lembaga ini secara rutin menggelar pameran foto burung migran, kunjungan ke sekolah, dan mengajak para wartawan ke lapangan untuk melakukan pengamatan burung (birdwatching).

Tahun ini kegiatan serupa diselenggarakan pada bulan Mei dan Oktober. Serentak dengan mengangkat tema global Protect Birds: Be the Sollution to Plastic Pollution”.

Sedangkan isu yang diangkat di Provinsi Gorontalo sendiri adalah Polusi dan Solusi Sampah Plastik di Danau Limboto. Penyelenggara ingin melakukan kampanye ke masyarakat mengenai bahaya sampah plastik yang bertebaran di danau ini.

Selain masyarakat, sasaran kegiatan kampanye ini adalah anak-anak sekolah dasar di sekitar Danau Limboto.

Edukasi lingkungan kepada anak-anak sekolah, dilakukan dengan model diskusi interaktif, tebak gambar, kuis, serta permainan di luar ruangan bersama dua wisatawan mancanegara yang memiliki perhatian terhadap isu sampah plastik dan keragaman hayati.

KLIK INI:  Viral, Foto Pembungkus Indomie Bertuliskan 55 Tahun Indonesia yang Mencemaskan Netizen

Danny Rogi, dari Perkumpulan Biota, menjelaskan posisi Gorontalo yang berada di jalur East Asia Australia fly way atau lintasan terbang Asia Timur-Australia.

Ini yang membuat burung migran banyak singgah ke Gorontalo. Namun sangat disayangkan, ketika burung-burung itu singgah ke danau, justru banyak terpapar sampah plastik.

Kematian burung dengan perut penuh plastik hingga terjerat jaring berbahan plastik, merupakan ancaman nyata. Danau Limboto merupakan wilayah terbuka publik, bukan kawasan konservasi.

Selain sampah plastik, keanekaragaman hayatinya terancam akibat perubahan lanskap danau, serta ada pemburu burung menggunakan senjata. Salah satu contoh adalah tingkah burung laut mencari makan.

Ketika sampah plastik seperti tas kresek, sedotan minuman, hingga botol mengapung di permukaan air, dapat dengan mudah dianggap sebagai makanan. Baik karena bentuk maupun bau.

Partikel plastik yang tajam bisa menyebabkan kematian langsung dengan menusuk organ internal burung. Tetapi kebanyakan, burung yang mengkonsumsi plastik memberikan perasaan lapar kronis atau memberikan sensasi perut kenyang tanpa memiliki nilai nutrisi.

Sejauh ini, pemerintah daerah sudah menyusun langkah awal yang didorong dengan membuat Surat Edaran Bupati Kabupaten Gorontalo.
Tujuannya yaitu pembiasaan kepada masyarakat untuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

KLIK INI:  Manusia Hanya Punya Dua Pilihan Terhadap Lingkungan, Menjaga atau Merusaknya, Pilih Mana?