6 Cara Mencegah Genangan Air di Musim Hujan

oleh -20 kali dilihat
BMKG Sulsel Himbau Masyarakat Berhati-hati Mengantisipasi Cuaca Buruk
Hujan - Foto/Eutah Mizushima on Unsplash

Klikhijau.com – Tibanya musim hujan, berarti tiba pula musim genangan air. Air yang tergenang di sekitar kita akan melahirkan keresahan tersendiri.

Karena, tidak hanya membuat raung gerak terbatas, tapi juga mengancam barang-barang yang tak bisa bersentuhan dengan air, dan juga bisa membawa penyakit.

Genangan air disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena area resapan air yang minim, ditambah lagi dengan saluran yang macet.

Jika saja daerah resapan air baik, maka genangan air saat musim hujan akan jarang kita jumpai. Tapi sekarang ini, setiap hujan, meski beberapa menit saja. Akan menimbulkan genangan.

KLIK INI:  Apa Saja Sampah Organik yang Tidak Cocok untuk Bahan Eco Enzyme?

Ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk mengatasinya, di antaranya:

  • Mengurangi penggunaan semen

Penggunaan semen untuk menutup tanah, menyebabkan air tidak bisa lagi meresap ke dalam  tanah. Kecuali jika semen atau cor itu telah retak dan berlubang.

Karenanya, agar tidak terjadi genangan saat musim hujan, maka sangat baik dan bijak jika penggunaan lantai semen atau cor dikurangi. Beri ruang pada air untuk meresap ke dalam tanah, jangan ditutupi jalannya.

  • Mengurangi penggunaan paving block

Selain penggunaan semen/cor, penggunaan paving block juga menjadi penyebab terjadinya genangan.

Paving block sendiri merupakan suatu komposisi bahan bangunan. Ia terbuat dari  dari campuran semen portland (bahan perekat hidraulis lainnya), air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut .

Karakteristik  paving block hampir mendekati karakteristik mortar, itu karena dibuat dari campuran semen, pasir, dan air.

Banyak yang menyukai penggunaan paving block, baik untuk jalan maupun untuk halaman rumah. itu karena bahan bangunan ini memiliki nilai estetika yang unik dan bagus.

Penggunaan paving block, meski secara kasat mata terlihat memiliki ruang yang bisa membuat air terserap ke dalam tanah. Namun nyatanya banyak jalan atau halaman rumah yang menggunakan paving block tidak lepas dari genangan air.

KLIK INI:  Tips Ahli: Merawat Tanaman Hias Agar Tetap Cantik di Musim Hujan
  •  Membersihkan saluran air

Saluran atau drainase yang macet bisa melahirkan beragam masalah, air bisa meluap lalu menyebabkan banjir dan juga genangan.

Semakin baik saluran air, maka air akan semakin lancar untuk mengalir, namun saluran air yang kotor dan dipenuhi sampah akan membuat aliran air tersendat.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya genangan. Karenanya solusi terbaik untuk mengurangi genangan air adalah dengan membersihkan saluran air.

Perlu diingat saluran air dibuat untuk mengalirkan air, bukan untuk mengalirkan sampah, jadi jangan kotori saluran air dengan membuang sampah ke dalamnya.

  • Tidak membuang sampah sembarangan

Membuang sampah sembarangan bisa pula menjadi penyebab genangan. Apalagi jika sampah itu adalah jenis sampah plastik. Plastik akan menahan air meresap ke dalam tanah. Itulah yang menyebabkan terjadi genangan.

Selain menyebabkan genangan air, sampah yang terbuang sembarangan juga akan melahirkan pemandangan yang jorok dan menjadi sumber penyakit, khususnya demam berdarah (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk pembawa penyakit DBD ini, sangat senang berkembang biak di air yang tergenang.

KLIK INI:  6 Ide Mengemas Liburan Anak di Rumah yang Ramah Lingkungan
  • Memperbaiki komposisi tanah

Genangan air bisa menyebabkan komposisi dan kepadatan tanah kurang baik. Komposisi utama tanah pada dasarnya ada dua, yaitu tanah liat dan tanah berpasir.

Jika komposisi tanah liat lebih besar, besar kemungkinan air akan sulit untuk terserap akan sulit. Salah satu penyebab tanah menjadi liat adalah genangan air.

Semakin sering terendam maka semakin besar pula peluang tanah menjadi liat dan padat. Jika itu terjadi, kamu bisa membuat komposisi tanah lebih baik, caranya dengan menambah material kompos setebal 3 hingga 4 inci pada tanah yang liat dan padat tersebut.

  • Membuat lubang biopori

Salah satu solusi yang banyak disarankan untuk mengurangi genangan adalah pembuatan lubang resapan biopori.

Lubang ini merupakan  lubang silindris, lubangnya  dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Metode ini merupakan metode resapan air. Tujuannya untuk mengatasi genangan air. Cara kerjanya adalah meningkatkan daya resap air ke dalam  tanah. Pencetusnya adalah  Dr. Kamir Raziudin Brata

Dengan adanya peningkatan daya resap air pada tanah, maka genangan air akan berkurang. Selain itu, lubang biopori juga  berfungsi sebagai tempat untuk membuang sampah organik sebagai penghasil pupuk kompos.

Caranya sampah organik  organik  timbunkan pada lubang biopori, sampah itu dapat menghidupi fauna tanah.

Fauna tanah inilah yang akan  menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian diberi nama biopori.

KLIK INI:  Musim Hujan, Waspada Banjir dan Penyakit Musiman, Bagaimana dengan Virus Corona?