Bencana Alam Kembali Jenguk Daerah Selatan Sulsel

oleh -99 kali dilihat
Bencana Alam Kembali Jenguk Daerah Selatan Sulsel
Tanah longsor di Bulukumba-foto/facebook

Klikhijau.com –  Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor kembali menjenguk Sulawesi Selatan. Curah hujan yang tinggi jadi penyebabnya.

Setidaknya ada empat kabupaten di selatan Sulsel yang dilanda bencana alam, Kamis, 8 Juli 2021, yakni Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kabupaten Sinjai.

Berdasarkan laporan dari  Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Di Kabupaten Jeneponto   empat kecamatan yang dilanda banjir   yakni  Kecamatan Binamu, Tarowang Arungkeke, dan Kecamatan Batang.

Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Sulsel seperti kisah yang terulang. Sebab hampir setiap tahun bencana serupa akan datang menyapa.

KLIK INI:  ProKlim, Upaya Unggulan KLHK Hadapi Perubahan Iklim

Di antara empat kabupaten yang dilanda bencana, Jenepontolah yang paling parah. Bahkan di Kecamatan Tarowang ada satu orang warga yang dilaporkan meninggal dunia.  Selain itu , banjir juga menyebakan 13 rumah rusak berat, dan 43 rumah rusak ringan.

Tidak itu saja, terdapat juga lima kantor pemerintahan yang terendam air, mulai pelayanan kesehatan, pendidikan serta UPTD Kecamatan Tarowang.

Di Kecamatan Binamu, dilaporkan sedikitnya 26 rumah yang masuk wilayah administrasi Kelurahan Balang Toa dan 15 rumah di Kelurahan Balang terendam air.

Kerugian miliaran rupiah

Selanjutnya di Kecamatan Arungkeke, tercatat ada  10 rumah yang mengalami rusak berat akibat diterjang banjir. Sedangkan 30 rumah dilaporkan rusak ringan.

Selain Jeneponto, kabupaten selanjutnya yang diterjang banjir adalah Bantaeng. Korban yang dilaporkan terdampak dan terendam banjir kurang lebih seribu rumah. Dan kurang lebih 5000 jiwa. Untuk ketugiannya sendiri ditaksir kurang lebih lima miliar rupiah

Bergeser ke Bulukumba, meski tidak ada laporan rumah terendam banjir. Namun, beberapa laporan memperlihatkan adanya jembatan yang putus dan tanah longsor yang memutus akses jalan.

Semisal  yang terjadi di Desa Tamaona, jembatan   penghubung  Desa Kindang, Desa Kahayya, Desa Orogading terputus. Terputusnya jembatan tersebut menyebabkan pula dua dusun di Desa  Tamaona terputus aksesnya, yakni Dusun Karang Bulotong dan Galung Lohe.

Sedangkan di Kabupaten Sinjai curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya tanah longsor, pohon tumbang, dan luapan air memenuhi jalan dan merasuk ke perkantoran dan rumah warga yang menyebabkan kerusakan.

KLIK INI:  Kreatif, SD Negeri Borong Kembangkan Sekolah Adiwiyata Berbasis Budaya Lokal