Memanen Manfaat Ginri’ (Jamur Grigit) sebagai Pangan Lokal dan Obat Alami

Klikhijau.com - Ginri' adalah nama disematkan pada jamur grigit di Desa Kindang dan sekitarnya. Jamur ini tumbuh liar pada kayu yang hampir lapuk. Saat ia tumbuh pada kayu mati, itu akan lebih memp...

Memanen Manfaat Ginri’ (Jamur Grigit) sebagai Pangan Lokal dan Obat Alami
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Ginri' adalah nama disematkan pada jamur grigit di Desa Kindang dan sekitarnya. Jamur ini tumbuh liar pada kayu yang hampir lapuk.

Saat ia tumbuh pada kayu mati, itu akan lebih mempercepat pula pelapukan kayu yang ditumbuhinya.

Dulu, saya sering mengonsumsi ginri’ (jamur grigit). Ibu sering memasaknya. Setiap ke kebun, apalagi saat musim hujan selepas kemarau. Jamur ini memang akan tumbuh menjamur pula.

Di kampung saya, pemanfaatan ginri’ masih sebatas sebagai lauk atau sayur. Saat dimasak sebagai lauk, dapat dipastikan Anda akan terus ingin nambah. Rasanya enak.

Hanya saja, sekarang ini, karena semakin sedikit kayu yang hampir lapuk, maka ginri’ pun semakin sulit ditemukan.

Kayu, apapun jenisnya, belakangan ini semakin laku terjual, jika tidak dijual maka akan diselamatkan oleh para pembuat gula merah.

Karenanya, jika ada pohon yang tumbang atau ditebang, hampir semua bagiannya telah dimanfaatkan sebagai kayu bakar.

Apalagi sejak penyulingan daun cengkeh marak, kayu pun semakin sulit ditemukan akan melapuk.

Jika ada yang hampir lapuk pun dan ditumbuhi ginri', apalagi dekat dengan pemukiman dan dalam keadaan bersentuhan langsung dengan tanah "rebah" maka masyarakat akan jijik memanennya.  Itu disebabkan oleh banyaknya anjing yang berkeliaran.

Ginri’ ini bisa dimasak dengan berbagai jenis campuran. Ia cukup toleran, bisa dicampur dengan kacang-kacangan seperti buncis, atau dedaunan, semisal daun labu, juga bisa ditumis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2