Memanen Manfaat Ginri’ (Jamur Grigit) sebagai Pangan Lokal dan Obat Alami

Klikhijau.com - Ginri' adalah nama disematkan pada jamur grigit di Desa Kindang dan sekitarnya. Jamur ini tumbuh liar pada kayu yang hampir lapuk. Saat ia tumbuh pada kayu mati, itu akan lebih memp...

Memanen Manfaat Ginri’ (Jamur Grigit) sebagai Pangan Lokal dan Obat Alami
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Namun, menurut saya, ginri’ akan terasa nikmat dan menari di lidah saat dimasak dengan kelapa sangrai yang telah dihaluskan, ditumbuk lalu diberi lombok biji.

[caption id="attachment_30072" align="aligncenter" width="650"] Ginri' atau jamur grigit-foto/Ist[/caption]

Tentang ginri’

Jamur bernama ilmiah Schizophyllum commune ini merupakan spesies jamur dalam genus Schizophyllum.

Schizophyllum commune terdiri dari dua kata, yakni Schizophyllum yang artinya terbelah (daun atau insang terbelah) dan commune yang  berarti common atau communal yang  artinya umum  atau  mudah  ditemukan.

Ginri’ memiliki ciri yang khas, yakni menyerupai kipas gelombang dari terumbu karang yang padat. Jamur ini memiliki gerigit dengan bentuk yang bervariasi, mulai dari kuning krem hingga putih pucat.

Masitoh, (2021)mengatakan jika ginri’ dapat ditemukan di seluruh kepulauan di Indonesia. Ia memiliki ciri-ciri berukuran kecil dengan diameter sekitar 3 cm dan tubuh buahnya berbentuk ginjal atau kipas.

Ginri’ merupakan saprofit pada kayu mati atau kadang-kadang parasit pada kayu hidup. Ia tumbuh sendiri atau lebih sering berkelompok pada kayu lapuk.

Jamur ini memiliki insang yang rapat dan bertekstur liat serta tepinya bergerigi (Nion, dkk., 2012). Ia memiliki koloni miselium seperti kapas dan menyebar, serta memiliki spora yang berbentuk bulat.

Kaya manfaat

Ginri, meski terlihat kecil dan bukan makanan modern. Namun, memiliki manfaat yang mengagumkan

Ia merupakan salah satu jenis jamur pelapuk kayu yang sangat potensial dan tumbuh secara alami pada batang pohon maupun pada limbah kayu hasil hutan.

Khomariyah, (2018) mengungkapkan jika zat–zat yang terkandung dalam jamur ini adalah lemak, karbohidrat, enzim. Vitamin, dan mineral.

Selain sebagai bahan pangan ginri’ ternyata dapat bermanfaat sebagai obat tradisional. Penggunaannya adalah sebagai obat kejang (step) dan panas.

Menurut Yeni (2017) kandungan gizi jamur ini adalah protein 6,30%, lemak 4,21%, karbohidrat 4,67% dan serat kasar 3,32%.

Jamur ini dapat juga  dimanfaatkan sebagai  salah  satu  makanan  untuk  diet. Hal itu  dikarenakan  memiliki  kandungan  lemak  yang cukup  rendah  dibandingkan  jamur  edible  lainnya.


Selain  itu, ginri’ juga  memiliki  kandungan  ß-carotene yang  cukup  tinggi dengan konsentrasi sebesar 2711.30 μg RE/g.

ß-carotene diketahui berperan dalam fungsi penglihatan,  pertumbuhan,  dan  imunitas.  Kandungan  vitamin  lainnya  yang  dimilikinya dan paling tinggi adalah γ-tocopherol yang  berfungsi  sebagai  antioksidan  dan merupakan bagian dari vitamin E.

Sementara kandungan magnesium merupakan mineral yang paling tinggi terkandung pada jamur ini, yaitu  sebesar  144.7  mg/100g.

Magnesium  diketahui  dapat  membantu  fungsi dari  otot  dan  saraf  dalam  tubuh.  Kandungan  mineral  kedua  tertinggi  pada ginri’ adalah kandungan zinc, yaitu sebesar 139.6 μg/g. Fungsi dari zinc adalah membantu dalam meningkatkan  pertumbuhan  secara  fisik  terutama  untuk  anak-anak.

Kandungan  kaliumnya juga cukup  tinggi dibandingkan  sodium  pada  itu mengindikasikan  bahwa  jamur  ini  aman dikonsumsi  bagi  seseorang  yang  memiliki  tekanan  darah  tinggi  atau  penyakit  jantung.

Manfaat lainnya adalah berpotensi sebagai bahan  pangan. Selain itu, juga berpotensi sebagai obat, misalnya bagi masyarakat lokal di Kalimantan, mereka mengonsumsi jamur ini sebagai obat pusing dan batuk (Shin et al., 2007).

Jamur ini diketahui  menghasilkan  senyawa  bioaktif  yang  mampu menghambat  pertumbuhan  sel  kanker.

Selain itu,  dapat  dimanfaatkan  sebagai  perban  karena  kandungan chitin-glucan  complex (CGC). Kandungan lain yang dimiliki jamur ini adalah exopolysaccharide(EPS), yang berpotensi sebagai agen antitumor.

Demikian….

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2