Kenalkan Kitolod, Tanaman Dwifungsi yang Belum Terlalu Dilirik

Klikhijau.com – Warna bunga kitolod yang putih itu terlihat menakjubkan. Meski tumbuh kurang subur karena dipanggang kemarau dan kurang terawat. Kitolod tersebut saya temukan di halaman Madrasah Al...

Kenalkan Kitolod, Tanaman Dwifungsi yang Belum Terlalu Dilirik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Warna bunga kitolod yang putih itu terlihat menakjubkan. Meski tumbuh kurang subur karena dipanggang kemarau dan kurang terawat.

Kitolod tersebut saya temukan di halaman Madrasah Aliyah GUPPI Kindang. Sebelum masuk ke ruangan membawakan materi untuk siswa di sekolah tersebut. Terlebih dahulu saya mendekati tanaman itu, yang  bunganya sedang mekar. Saya mengabadikan keindahan bunganya.

Tanaman bernama ilmiah Isotoma longiflora itu sepertinya telah lama tumbuh di halaman sekolah tersebut. Hanya saja, meski telah beberapa kali saya berkunjung. Baru siang itu di hari Sabtu, 14 Oktober saya memerhatikannya.

Pada saat kemarau seperti saat ini, banyak tanaman yang meranggas, termasuk tanaman hias. Namun, tanaman itu masih tetap bertumbuh. Bunganya yang putih bersih masih mekar.

Meski begitu, ada beberapa bagian daun dan bunganya ada yang terlihat telah layu. Tanaman dari ordo asterales itu, tidak hanya memiliki bunga yang indah, tetapi juga memiliki manfaat yang banyak.

Tanaman dari keluarga campanulaceae itu memang potensial dijadikan tanaman hias. Sepertinya ia cukup tangguh berada pada area yang cukup panas dan terpapar sinar matahari langsung.

Kitolod boleh dikata merupakan jenis tanaman dwifungsi, yakni sebagai tanaman hias dan juga sebagai tanaman obat.

[caption id="attachment_29694" align="aligncenter" width="650"] Bunga tanaman kitolod-foto/Ist[/caption]

Sebagai obat tradisional

Tanaman kitolod terbukti dapat digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk penyakit asma, bronkhitis, radang tenggorokan, luka, obat anti kanker, obat mata, anti-neoplastik, anti inflamasi, hemostasis, analgesik (Hariana, 2013).

Arsyad dkk, (2020) menemukan jika daun tanaman ini memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoida, dan polifenol.

Kandungan flavonoid dan polifenol yang terdapat pada tanaman kitolod tersebut dapat berperan sebagai anti-inflamasi sehingga dapat menurunkan neovaskularisasi pada kornea yang terbentuk akibat paparan zat kimia basa pada mata.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2