Kenalkan Kitolod, Tanaman Dwifungsi yang Belum Terlalu Dilirik

Klikhijau.com – Warna bunga kitolod yang putih itu terlihat menakjubkan. Meski tumbuh kurang subur karena dipanggang kemarau dan kurang terawat. Kitolod tersebut saya temukan di halaman Madrasah Al...

Kenalkan Kitolod, Tanaman Dwifungsi yang Belum Terlalu Dilirik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Secara empiris, tanaman kitolod banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit mata seperti katarak. Selain itu, tanaman kitolod memiliki efek antibakteri penyebab konjungtivitis (Siregar 2012).

Tanaman ini memiliki batang lurus dan memiliki kandungan anti bakteri, sehingga banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati gangguan mata.

Kitolod mengandung zat bioaktif yang berupa senyawa alkaloid, flavonoid, serta saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri yaitu zat yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri (Malik, et.al., 2014).

Hal menarik dari tanaman ini adalah semua organ dari tumbuhan kitolod memiliki kandungan zat bioaktif mulai dari akar, batang, bunga, daun serta buahnya (Egarani, et.al., 2020).

Menurut penelitian Hastuti, et.al. (2021) menyebutkan, rebusan daun tanaman ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Belum terlalu dilirik

Meski memiliki banyak manfaat, tetapi tanaman ini belum dibudidayakan secara massif, baik sebagai tanaman hias maupun sebagai tanaman obat.

Di Indonesia, masyarakat yang menanam kitolod  umumnya untuk keperluan sendiri. Caranya pun masih dengan teknik tradisional dalam pot, dengan sumber benih berupa biji, stek batang atau anakan.

Tanaman kitolod yang dibudidayakan jarang sampai menghasilkan biji.  Karena biasanya bunganya dipetik untuk dimanfaatkan sebagai obat, sedangkan perbanyakan tanaman kitolod secara in vitro sejauh ini belum dilakukan.

Nur’aeni dkk, (2022) mengatakan, bila pemanfaatan tanaman ini semakin berkembang, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan ketersediaan sumber benih, sedangkan untuk budidaya tanaman kitolod secara komersial, diperlukan benih dalam jumlah banyak.

Tanaman kitolod merupakan terna tegak. Tingginya dapat mencapai 60 cm, bercabang dari pangkalnya, serta bergetah putih dengan rasa tajam yang beracun.

Daunnya tunggal, duduk, helaian daunnya berbentuk lanset, dengan ujungnya yang runcing, dan pangkalnya yang menyempit.

Tepi daunnya bergerigi sampai melekuk, dengan panjang daun 5-17 cm, dan berwarna hijau. Bunganya tunggal, tegak, bertangkai panjang, keluar dari ketiak daun, mahkotanya berbentuk bintang, dan berwarna putih.

Buahnya termasuk buah kotak, berbentuk lonceng, merunduk, merekah menjadi dua ruang, dengan biji yang banyak. Perbanyakannya dapat dengan biji, stek batang, atau anakan.

Bagaimana sahabat hijau, tertarik menghijaukan halaman rumah Anda dengan tanaman dwifungsi ini?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2