Parijoto, Tanaman Liar yang Menjelma Jadi Tanaman Hias Sekaligus Obat

Klikhijau.com – Parijoto kini mengalami perubahan nasib. Dari tanaman liar berubah jadi tanaman hias. Ia mulai dibudidayakan dan “dihijrahkan” dari alam liar ke dalam pot. Bahkan diberi tempat masu...

Parijoto, Tanaman Liar yang Menjelma Jadi Tanaman Hias Sekaligus Obat
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Parijoto kini mengalami perubahan nasib. Dari tanaman liar berubah jadi tanaman hias.

Ia mulai dibudidayakan dan “dihijrahkan” dari alam liar ke dalam pot. Bahkan diberi tempat masuk kota.

Parijoto memang memiliki potensi yang besar sebagai tanaman hias. Ia memiliki karakteristik menggemaskan karena pertumbuhannya yang “kerdil”—tingginya hanya sekitar 45 cm hingga 60 cm saja. Apalagi tanaman ini bersifat evergreen—bisa tumbuh sepanjang tahun tanpa kenal musim.

Namun, ada hal lain tak terduga dari tanaman ini adalah sifatnya.  Tidak bisa tumbuh sendiri. Ia memiliki  sifat epifit, yakni menumpang tumbuh pada tumbuhan yang lain. Kamu bisa menamainya bersifat parasit.

Apakah hanya itu, rupanya masih ada kejutan lain yang disimpannya. Parijoto tidak hanya memiliki rupa yang eksotik. Namun, juga memiliki peran yang besar sebagai tanaman obat.

Tanaman yang menyandang nama latin Medinilla speciosa, termasuk tanaman tropis. Kehadirannya sejak dulu banyak dimanfaatkan sebagai obat tradional oleh masyarakat.

Itu karena dianggap ampuh mengusir berbagai penyakit. Bagian yang dijadikan obat adalah daun dan buahnya.

[irp]

Kandungannya

Buah  parijoto berwarna ungu kebiruan,   mengandung banyak senyawa bioaktif.   Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Rizki Bhakti Pertiw dkk (2019) bahwa Parijoto terbukti mengandung senyawa fenol dan memiliki aktivitas antioksidan.

Ekstrak kasar buah parijoto bisa mencapai kandungan 408 mg GAE/g. Pada usia tiga bulan setelah penyerbukan. Akan memiliki kandungan fenol  hingga 266,79 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan ekstrak kasar ditunjukkan dengan nilai IC50 48,24 μg/ml. Sedangkan ketika buah matang berumur 3 bulan nilai IC50 mencapai 30,51 μg/ml.

Itu artinya buah tanaman ini mengandung senyawa fenol sejak masih mentah hingga matang. Menurut  Niswah (2014) bahwa ekstrak buah parijoto juga telah terbukti memiliki aktivitas antimikrobia terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2