Pohon Seribu Tahun

Aku girang ketika seorang lelaki gondrong mendekatiku. Di tangannya ada palu, paku, dan kertas. Lelaki gondrong itu menatapku. Ada haru dari matanya. Ada kagum bertumbuh dari tatapannya. Dan aku meras...

Pohon Seribu Tahun
Bacakan Artikel

Rupanya itu tidak benar. Paku itu, yang perlahan berkarat dalam tubuhโ€”karatannya menyebar cepat dan memotong semua aliran nafas.

Aku jadi takut, tak lagi bisa melihat pementasan puisi Chairil Anwar itu. Karena sekarat karena paku yang ditancapkan lelaki gondrong itu.

[irp]

Saat aku mengumpulkan napas, seorang perempuan muda bersama tiga lelaki datang pula menempel pengumuman. Mereka memakuku. Tulisan pengumumannya adalah seruan aksi jaga iklim dalam rangka peringatan hari bumi.

โ€œJaga bumi, jaga pohon,โ€ begitu pengumuman yang dipaku pada tubuhku.

Aku membiarkan mereka memakuku. Dan saat acara pementasan baca puisi berlangsung. Tubuhku telah sangat payah. Aku meranggaskan semua daunku. Orang-orang yang hadir bersorak. Itu pemandangan yang eksotis. Menakjubkan bagi mereka.

Saat usai pementasan puisi, napasku juga usai. Aku gagal hidup seribu tahun.

ย Kindang, Oktober 2023

[irp]

Pilih Halaman: