Operasi Penindakan Kejahatan Kehutanan Terus Digiatkan

Klikhijau.com -  Operasi penindakan kejahatan kehutanan terus digiatkan. Setidaknya  dalam lima tahun terakhir, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan lebih dari 1.400 opera...

Operasi Penindakan Kejahatan Kehutanan Terus Digiatkan
Bacakan Artikel

Tim Operasi Gabungan yang terbagi enam kelompok – sesuai dengan data dan informasi dari operasi intelijen – menyisir lokasi target enam resort wilayah pengelolaan TN Bukit Tiga Puluh, selama 12 hari dari 27 Agustus sampai 7 September 2020.

"Tim berhasil menemukan 22 jerat aktif dan 2 jerat nonaktif. Jerat-jerat berbeda-beda tergantung satwa sasaran, seperti jerat untuk harimau, untuk kijang, untuk kancil, untuk babi hutan, landak dan burung," ungkap Sustyo.

Saat ini jerat-jerat itu  diamankan di Kantor Balai TN Bukit Tiga Puluh. Tim Cyber Patrol akan menyelidiki jerat-jerat melalui analisis forensik untuk mengungkap pemilik jerat-jerat itu. Operasi seperti ini perlu untuk mencegah kematian dan kehilangan satwa liar.

"Kami berkomitmen untuk terus memerangai perburuan satwa dilindungi. Kami akan menindaklanjuti dengan memetakan dan menegakkan hukum, menjerat jaringan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar,” tegas Sustyo.

Kepala Balai TN Bukit Tiga Puluh, Fifin Arfiana Jogasara menyampaikan, sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE, Balai TN Bukit Tiga Puluh akan menjalankan upaya preventif, preemtif persuasif untuk mengatasi aktifitas ilegal di dalam kawasan, dengan tetap merangkul masyarakat sekitar kawasan.

“Terkait upaya penegakan hukum, kami akan terus bekerja sama dengan Ditjen Gakkum dan aparat penegak hukum lain, Polisi dan TNI,” kata Fifin Arfiana Jogasara.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: