Nama pada Masa Depan

Di Gelas Teh Mana Kita Minum Kelak   segelas teh menunggu di ruang tamu roti maros menanti kau cicipi ada aroma kampung halaman semalam puisi berceceran lalu berkumpul jadi cokelat pada...

Nama pada Masa Depan
Bacakan Artikel

hujan turun di Muntea, alirkan daundaun ke tempat tidur
dingin bacai tubuh
lebih ritmis dari lagu wajib di upacara hari senin di halaman sekolah
atau kantorkantor pemerintah, yang berpagar tinggi

seorang lelaki menekuk lututnya menyentuh dadak.
gemeratak giginya menggertak malam, mengusir pagi

muntea pagi hari adalah kabut, orangorang sibuk menghitung jumlah sayuran,
di sana ia menitip napasnya, dan masa depan di bangku sekolah

rerumputan kuyup, sayang,
rindu langit tiba menumbuhkan apa saja, juga cinta di hatimu

pada puisi lalu, hujan tak menumbuhkan cinta itu.
semalam hujan turun membawa sampahsampah di kepala.
lalu hujan reda di hatimu. cinta tumbuh, entah untuk siapa.
ia ingin itu untuknya, agar kamu tetap puisi, tak matimati.

Muntea, Bantaeng, 13 Mei 2018

[irp]

Pilih Halaman: