Nama pada Masa Depan

Di Gelas Teh Mana Kita Minum Kelak   segelas teh menunggu di ruang tamu roti maros menanti kau cicipi ada aroma kampung halaman semalam puisi berceceran lalu berkumpul jadi cokelat pada...

Nama pada Masa Depan
Bacakan Artikel

=======


Nama pada Masa Depan


 

bukubuku masih terbakar di halaman rumah, di bawah pohon mangga.
asapnya sampai kamar, perihkan mata.
gedunggedung diselubunginya.
tetangga batukbatuk

abu berhamburan di halaman, di bawah pohon mangga itu.
semalam hujan tiba.
segala akan tumbuh setelah hujan, selain cinta di hatimu.

api masih jilati bukubuku di halaman, di bawah pohon mangga itu.
matahari tiba pagi ini menagih pepuisi yang semalam lelap dalam hujan.

tetes hujan semalam tak padamkan api yang bacai buku-buku di halaman rumah,
di bawah pohon mangga itu, kekasih.

pagipagi aku bangun, di halaman rumah, di bawah pohon mangga itu,
segala yang bisa tumbuh akan tumbuh, selain cinta di hatimu.

aku telah membakar bukubuku di halaman rumah, di bawah pohon mangga itu, kekasih,
bukan satu, tapi tiga karung.

bukubuku itu tak menyimpan kisah kita, pun tak ada namamu.
apa pentingnya menyimpan barangbarang yang tak mengingatkan kenangan.

bukubuku terbakar di halaman rumah, di bawah pohon mangga itu.
semuanya akan tumbuh setelah semalam hujan turun dan tak padamkan api, selain cinta di hatimu.

aku masih menyiram banyak doa,
di atas abu bekas bukubuku yang telah terbakar di halaman rumah,
di bawah pohon mangga itu.
namamu tumbuh di sana dan aku bisa petiki hurufhurufnya untuk sebuah nama pada masa depan...

Rumah kekasih, 11 Mei 2018

[irp]

=====

Yang Tak Matimati


 

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: