Menghapus Pohon di Kepala

Mencari Longsor di Mata Ayah   hujan tak mengizinkan keluar rumah. mereka berdiri di depan pintu jadi tombak ayah gelisah, kopi sedang memerah rindu di kebun. hujan menyulap tikus lebih la...

Menghapus Pohon di Kepala
Bacakan Artikel

Ampas Kopi dan Bunga Ibu


 

ampas kopi yang menyisa di dasar gelas ayah itu, tak lagi dibuang ibu. sejak ibu menanam bunga marigold di halaman rumah

ibu menyimpan ampas kopi itu, dikumpulkannya dengan penuh aroma bunga.

ayah selalu meminum kopi, dua atau tiga kali sehari dan ibu pencinta bunga yang memikat

ampas kopi itu didiamkan semalam, lalu disiramkan pada bunga marigold. ayah selalu saja mengejek ibu. dan ibu akan menambah dosis kopi ayah, lebih pahit dari sebelumnya

bunga marigold itu tumbuh tak lumrah. tinggi menjulang dan subur. ampas kopi telah berjodoh dengannya sebagai pupuk

ayah lalu memuji ibu, dan ibu selalu menambah dosis kopi ayah, agar lebih pahit dan menumbuhkan bunga lebih banyak di hati ibu

2024

Menghapus Pohon di Kepala


 

aku ingin ke kotamu di utara. mendengar deru kendaraan yang sering kau keluhkan dan panas yang merampas semua peluhmu.

ketika tiba nanti, suarakulah yang akan kau dengar. akan kuceritakan perihal pohon-pohon yang tumbuh dipinggir jalan.

pohon-pohon itu menampung burung-burung, meredam suara kendaraan, menangkal panas, menyerap polusi

jalan, di mana pohon-pohon itu bertumbuh dikeluhkan sempit. lalu jalan diperlebar, pohon-pohon ditumbalkan

suara kendaraan semakin liar bertualang ke telinga, panas semakin jelajahi kulit, polusi udara menghuni paru-paru

aku ingin ke kotamu, tapi tak pernah diizinkan hujan. dan aku menghapus cerita tentang pohon-pohon itu dari kepalaku

tapi tidak denganmu

2024

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2