Sajadah Subuh di Akar Walenreng

subuh turun dan menangis di atas sajadah. bergegas pergi sebelum pagi ia menyisa kantuk, juga segar berjanji esok akan datang lagi menagih janjinya sendiri. rumah sepi damai di subuh itu akar c...

Sajadah Subuh di Akar Walenreng
Bacakan Artikel

subuh turun dan menangis di atas sajadah.
bergegas pergi sebelum pagi
ia menyisa kantuk, juga segar
berjanji esok akan datang lagi menagih janjinya sendiri.

rumah sepi damai di subuh itu
akar cinta rambati temboknya yang baru di cat.
angin menjenguk jendela, usir pengap dan polusi

di tempat pernah kamu duduk, aroma pinus bertunas manis.
erami waktu, rawat ingatan
kamu di mana-mana, bahkan saat tiadamu sekalipun.

[irp posts="351" name="Tangisan Selembar Daun"]

sajadah tersentuh jidat subuh itu
puja puji meruah tembusi langit matamu yang layu.
kantuk terkantuk-kantuk di sana
aku temukan diriku merayu-rayu

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2