Mengenal Bambu dan 10 Manfaatnya yang Erat dengan Budaya Indonesia

Klikhijau.com - Indonesia termasuk negara dengan keragaman produk bambu yang tinggi. Dari 1.439 jenis bambu di dunia, 162 jenis bambu ada di Indonesia. Dari semua yang tumbuh di tanah air, terdapat...

Mengenal Bambu dan 10 Manfaatnya yang Erat dengan Budaya Indonesia
Bacakan Artikel

Bentuknya yang datar dan cukup stabil membuat nelayan leluasa berdiri di atas rakit dan gerakannya bebas untuk melemparkan jala. Rakit ini membantu nelayan untuk menjangkau perairan di sungai atau danau yang tenang yang diduga terdapat banyak ikan.

Rakit yang panjang, biasanya menggunakan bambu secara utuh dirangkai secara berjajar, sehingga ujungnya mencuat ke atas, biasanya digunakan untuk mengangkut barang, atau untuk penyeberangan. Rakit jenis ini bahkan bisa digunakan untuk mengangkut barang yang cukup besar dan banyak, termasuk sepeda motor.

Pada masa lalu, ketika sungai merupakan alur transportasi yang penting, rakit merupakan moda transportasi yang efektif untuk menelusuri sungai.

Tenaga penggeraknya hanya dengan kekuatan manusia yang menggunakan galah bambu untuk mendorong rakit bergerak, bahkan galah ini mungkin hanya untuk mengendalikan arah rakit yang bergerak memanfaatkan arus air.

Dalam transportasi air, bambu biasanya digunakan juga sebagai cadik atau kitir sampan yang diikat pada sebatang kayu yang melintang, sehingga posisi bambu sejajar dengan perahu. Cadik ini untuk membantu keseimbangan sampan dan tidak terobang-ambing gelombang yang membuatnya bisa terbalik. Selain itu, bambu juga bisa dibuat menjadi gerobak.

[irp]

Bambu untuk upacara

Pada pemakaman, jenazah biasanya dibawa dengan keranda yang dibuat segera dengan bambu, dan batang-batang bambu juga digunakan untuk menutup jenazah di liang lahat sebelum ditimbun tanah.

Di masyarakat Hindu Bali, upacara pembakaran jenazah (palebon atau ngaben) membutuhkan banyak bambu untuk mengusun jenazah dalam konstruksi yang tinggi dan besar.

Di masyarakat Toraja, seperti di Rantepao, jenazah yang ditempatkan di liang batu di sebuah tebing yang tinggi membutuhkan banyak bambu untuk mengangkatnya. Bahkan pada kalangan elit, rumah-rumah bambu harus dibuat untuk keperluan upacara pemakaman yang megah.

Sesaji pada masyarakat Hindu atau penganut agama lokal masih banyak yang menggunakan bambu. Di Bali, penjor yang di tempatkan di banyak tempat memeriahkan hari-hari penting keagamaan. Batang bambu yang menjulang dan melengkung dengan hiasan janur menjadi unsur yang penting dalam ritual keagamaan ini. Sesaji umumnya juga diletakkan dalam wadah dari anyaman bambu.

[irp]

Bambu untuk senjata

Buluh bambu, khususnya bagian luar dengan serat yang padat dan keras bisa diruncingkan dan menjadi tajam. Ujung bambu yang tajam ini menjadikan bambu bisa menjadi senjata yang efektif, dan mudah dibuat.

Di masyarakat tradisional bambu bisa menjadi senjata berburu untuk melumpuhkan buruan dengan cara ditusuk. Kulitnya yang disayat tipis bisa menjadi pisau yang tajam untuk mengiris. Di desa-desa, untuk membersihkan belut, misalnya, lebih efektif menggunakan welad (kulit bambu) untuk membuka perut dan membersihkan isinya.

Selain itu, buluh bambu ini bagus digunakan untuk membuat gendewa (panah) yang memperkuat daya lontar terhadap anak panah, bahkan masih bisa melengkung sekalipun bambu telah kering. Sifat ini (hanya pada beberapa jenis bambu) tidak dimiliki oleh umumnya kayu, atau rotan.

[irp]

Bambu untuk makanan dan obat

Bambu untuk makanan, biasanya diambil dari rebungnya, yaitu rimpang muda yang masih tertutup pelepah dan sebagian ujungnya mencuat ke permukaan. Rimpang ini berdaging terbal dan lunak, sehingga bisa dimasak.

Di masyarakat, rebung biasanya dijadikan sayur lodeh atau bahan isian untuk lumpia. Jenis-jenis bambu yang rebungnya enak dimakan, yaitu bambu ampel dan bambu lengka (Gigantochloa nigrociliata).

Bambu untuk obat dikenal secara tradisional cukup lama, meskipun belum cukup penelitian untuk membuktikannya secara medis. Bagian bambu yang digunakan untuk obat antara lain adalah tepung yang ada di bagian dalam lubang buluh.

Bubuk ini digunakan untuk mengobati luka, termasuk mempercepat penyebuhan pada sisa sayatan sunat. Ada catatan bahwa bubuk ini juga digunakan untuk mengatasi penyakit asma.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: