Mengenal Bambu dan 10 Manfaatnya yang Erat dengan Budaya Indonesia

Klikhijau.com - Indonesia termasuk negara dengan keragaman produk bambu yang tinggi. Dari 1.439 jenis bambu di dunia, 162 jenis bambu ada di Indonesia. Dari semua yang tumbuh di tanah air, terdapat...

Mengenal Bambu dan 10 Manfaatnya yang Erat dengan Budaya Indonesia
Bacakan Artikel

Untuk membuat jembatan, bambu juga bisa menjadi konstruksi utama. Di Jawa pada masa lalu, ketika infrastruktur jalan dan jembatan masih terbatas, masyarakat secara mandiri membangun jembatan dari bambu (sasak), jika kayu dirasakan tidak banyak atau berharga lebih tinggi.

Bahkan sekadar untuk membuat titian di atas sungai kecil, bambu merupakan pilihan yang paling mudah didapat dan dikerjakan.

Banyak rumah adat tradisional di Indonesia dari Pulau Sumatera sampai Pulau Papua yang berbahan bambu, baik sebagai kontruksi utama maupun pendukung, seperti Rumah Rakit (Sumsel), Rumah Adat Baduy (Banten), Rumah Adat Bali, ย Rumah Adat Honai (Papua), dan lain-lain.

[irp]

Bambu untuk perlengkapan rumah tangga

Untuk peralatan rumah tangga, bambu umumnya dibuat anyaman. Batang bambu memungkinkan dibuat pipih sampai kurang dari 1 milimeter sampai beberapa milimeter, namun masih lentur untuk dianyam.

Karakter inilah yang memungkinkan bambu menjadi berbagai peralatan rumah tangga yang dibuat oleh masyarakat. Menurut Pendiri Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika Naggamiharja terdapat lebih dari 1.500 produk berbasis anyaman di Indonesia.

Pada masyarakat agraris di nusantara, khususnya di Jawa dan Bali, bambu merupakan material yang sangat dibutuhkan dalam proses panen dan pasca panen. Petani memanen hasil kebun menggunakan tenggok (keranjang bambu untuk menampung hasil panen), kemudian menjemur dan menyimpan dengan anyaman bambu yang lebih besar.

Untuk mengelola hasil panen seperti membuat kerupuk, lanthing, dan rengginang menggunakan alat jemur berbahan bambu, termasuk digunakan petani untuk menjemur tembakau.

[irp]

Bambu dan produk seni

Alat musik yang menggunakan bambu biasanya merupakan alat musik tiup dalam bentuk seruling dengan berbagai kekhasannya, seperti di Peru (Peruvian Flute), Jepang (Shakuhachi flute), China (Sheng), dan juga di Indonesia.

Di masyarakat nusantara, alat musik dari bambu berkembang lebih jauh dan sangat khas, karena tidak terbatas pada alat musik tiup. Di Indonesia bagian timur, misalnya, alat musik tiup dari bambu sudah berkembang sehingga menyerupai terompet dengan berbagai ukuran sehingga bisa dimainkan sebagai orkestra. Kompetisi orchestra musik bambu di Gorontalo dan Sulawesi Utara merupakan kegiatan yang sering diselenggarakan.

Lebih dari itu, di nusantara berkembang juga alat musik perkusi dari bambu. Di masyarakat Sunda dikenal angklung. Di berbagai daerah di Jawa dan Sunda serta Bali, juga digunakan bambu untuk ridik atau calung dengan cara memukul untuk membunyikannya.

Bahkan di daerah Banyumas dan sekitarnya dalam satu perangkat gamelan tradisional untuk mengiringi tarian (lengger, misalnya) gongnya terbuat dari bambu besar yang dibunyikan dengan cara ditiup.

Selain itu, pada seperangkat gamelan, selain seruling yang diguanakan dalam sebuah orkestra, bambu merupakan material pendukung yang tidak tergantikan, khususnya untuk membuat ruang resonansi pada gender dan demung, sehingga suaranya lebih nyaring.

[irp]

Bambu sebagai alat transportasi

Untuk transportasi, bambu paling umum dibuat menjadi rakit. Rakit bambu dalam ukuran yang pendek, sekitar tiga meter dengan sekitar delapan batang bambu biasa

digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan dengan jala tebar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: