Menelusuri 19 Cagar Biosfer Indonesia yang Ditetapkan UNESCO

Klikhijau.com – Cagar biosfer Indonesia kini bertambah. Dari 16 menjadi 19. Itu setelah UNESCO menetepakna 3 cagar biosfer Indonesia tahun 2020 ini. UNESCO adalah kepanjangan dari United Nations of...

Menelusuri 19  Cagar Biosfer Indonesia yang Ditetapkan UNESCO
Bacakan Artikel

Sebagian besar wilayah ini masih berupa hutan sehingga memiliki banyak keanekaragaman hayati.



  • Togean Tojo Una-Una



Kabupaten Tojo Una Una, Provinsi Sulawesi Tengah adalah letak cagar biosfer ini. Memiliki  luas 2.187.632 hektar .

Cagar biosfer ini merupakan keterwakilan ekosistem dan melindungi ekosistem pantai, padang lamun, dan terumbu karang terpenting di wilayah World Coral Triangle, terutama di Teluk Tomini.



  • Saleh Moyo Tambora



Pada hari Rabu, 19 Juni 2019 Saleh Moyo Tambora ditetapkan sebagai cagar biosfer bersama  Togean Tojo Una-Una.

SAMOTA adalah singkatan dari cagar biosfer ini.  Terletak di antara Cagar Biosfer Rinjani-Lombok dan Pulau Komodo.

Memiliki luas  724.631,52 hektar, terdiri dari lima ekosistem utama: pulau-pulau kecil, kawasan pantai bakau, pesisir, dataran rendah dan hutan gunung, serta sabana.

[irp]



  •  Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa



UNESCO menetapkan Bunaken Tangkoko Minahasa sebagai cagar biosfer pada tahun ini (2020). Bunaken Tangkoko Minahasa terletak di Sulawesi Utara. Memiliki luas 746.412,54 ha.


  • Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria



UNESCO mentapkan  Karimunjawa Jepara Muria  juga tahun 2020 ini. Dengan luas mencapai 1.236.083,97 ha. Terletak  di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Tahun 2020 ini Karimunjawa Jepara Muria ditetapkan sebagai cagar biosfer Indonesia oleh UNESCO.



  •  Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh



Cagar biosfer ini memiliki luas 254.876,75 ha.  Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Perbukitan Menoreh dipilih karena syarat cagar biosfernya dianggap terpenuhi.

Syarat itu antara lain memiliki keunikan bio diversity, bio geografi, kultur, serta ekosistem. Flora dan fauna yang unik untuk menjadi cagar biosfer juga harus memiliki potensi pengembangan berkelanjutan serta sumber daya logistik dan riset memadai.⁣

Pada tahun 2020 ini UNESCO menetapkannya  sebagai cagar biosfer

⁣[irp]

Pilih Halaman: