Menelusuri 19 Cagar Biosfer Indonesia yang Ditetapkan UNESCO

Klikhijau.com – Cagar biosfer Indonesia kini bertambah. Dari 16 menjadi 19. Itu setelah UNESCO menetepakna 3 cagar biosfer Indonesia tahun 2020 ini. UNESCO adalah kepanjangan dari United Nations of...

Menelusuri 19  Cagar Biosfer Indonesia yang Ditetapkan UNESCO
Bacakan Artikel

[irp]

Dari total luas kawasan cagar biosfer tersebut. Luas kawasan konservasi yang menjadi core area (area inti) cagar biosfer adalah 5.261.133,42 ha atau sebesar lebih dari 20% dari total luas kawasan cagar biosfer yang ada.⁣

Untuk lebih jelasnya, mari kita telusuri ke 19 cagar biosfer Indonesia berikut ini:



  •  Cagar Biosfer Cibodas



Cagar biosfer ini memiliki beberapa potensi jasa lingkungan. Di antaranya adalah kemampuannya dalam menyerap karbon.

Penyerapan karbon menjadi penting berhubungan dengan upaya mitigasi perubahan   iklim.  Cagar biosfar ini terletak  di Provinsi Jawa Barat,



  • Cagar Biosfer Tanjung Puting



Tanjung Putting terletak di Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan  SK Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/1996 tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 ha.

Pada tahun 1977 UNESCO menetapkannya sebagai cagar biosfer.



  • Cagar Biosfer Lore Lindu



Penetapan statuss Biosfer (1977)  Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) ditetapkan sebagai  cagar biosfer pada tahun 1977.

TNLL   terletak di provinsi Sulawesi Tengah. Berjarak sekitar 60 kilometer dari kota Palu. Berada  antara 119°90’ – 120°16’BT dan 1°8’ – 1°3’LS.

[irp]



  •  Cagar Biosfer Siberut



Provinsi Sumatera Barat merupakan lokasi dari cagar biosfer ini. Tepatnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Taman nasional ini memiliki   luas 190.500 hektare. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 407/Kpts-II/1993.

Pada tahun  1981 Pulau Siberut  ditetapkan sebagai cagar biosfer melalui projek Man and Biosphere UNESCO.



  •  Cagar Biosfer Leuser



Ada dua  status berskala global yang disandang Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), yaitu sebagai cagar biosfer (1981) dan sebagai warisan dunia (2004).

TNGL terletak di Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) dan Provinsi Sumatera Utara. Memiliki 1.094.692 hektare.



  • Taman Laut Wakatobi



Taman Laut Wakatobi baru ditetapkan pada tahun 2012 sebagai cagar biosfer.  Memiliki luas 1.390.000 hektar.

Kawasan ini terdiri dari 39 pulau, 3 gosong serta 5 atol, secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi Tenggara.



  • Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu



Cagar biosfer yang terletak di Provinsi Riau ini merupakan lahan gambut raksasa.  Luasnya 705,271 hektare.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: