Bantimurung Bulusaraung Ma’rupanne Diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfir Dunia

Klikhijau.com - Kawasan Bantimurung Bulusaraung Ma'rupanne resmi ditetapkan sebagai cagar biosfer baru, dalam Sidang ke-35 International Coordinating Council (ICC) Man of Biosphere (MAB) Programme UNE...

Bantimurung Bulusaraung Ma’rupanne Diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfir Dunia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kawasan Bantimurung Bulusaraung Ma'rupanne resmi ditetapkan sebagai cagar biosfer baru, dalam Sidang ke-35 International Coordinating Council (ICC) Man of Biosphere (MAB) Programme UNESCO, di Paris, Prancis, pada 12 hingga 15 Juni 2023.

Nominasi Cagar Biosfer Bantimurung Bulusaraung Ma'rupanne telah disetujui penetapannya sebagai cagar biosfer baru, dan menjadi bagian dari jaringan cagar biosfer dunia (World Network of Biosphere Reserve/WNBR), ungkap Darhamsyah, Kapus P3E Sulawesi Maluku, Kementerian LHK, yang hadir dalam Sidang UNESCO di Paris.

Darhamsyah, mendampingi Purwanto (Ketua Delegasi RI) dari BRIN yang juga Ketua Komite Nasional MAB UNESCO Indonesia.

Disampaikan pula, periodic review terhadap tiga cagar biosfer Indonesia, yaitu Cagar Biosfer Cibodas, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, dan Cagar Biosfer Wakatobi juga diterima oleh ICC MAB.

Periodic review terhadap ketiga cagar biosfer tersebut telah disetujui dan sesuai dengan Kerangka Hukum Jaringan Cagar Biosfer Dunia atau 'meets' with Statutory Framework of World Network of Biosphere Reserve.

 

Pada sidang tersebut, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Purwanto dan Direktur Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN Muhammad Abdul Kholiq menyampaikan laporan nasional (country report), khususnya implementasi Lima Action Plan (LAP), yang diawali dengan laporan kegiatan pengembangan cagar biosfer Indonesia sebagai wahana pembangunan berkelanjutan tahun 2022-2023.

[caption id="attachment_28668" align="alignnone" width="469"] Dr. Darhamsyah (Kapus P3E Suma) saat hadir di kantor pusat UNESCO di Paris beberapa waktu lalu - Foto: Ist[/caption]

Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap program MAB dan siap berkolaborasi dengan semua pihak dalam melestarikan keanekaragaman hayati, mendorong penggunaan sumber daya alam, dan jasa ekosistem secara berkelanjutan," ungkap Purwanto, Ketua Delegasi RI.

Dalam menghadapi beberapa tantangan, seperti degradasi ekosistem dan hilangnya keanekaragaman hayati, lanjut dia, diperlukan beberapa langkah strategis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2