Membangun Green Business Tanaman Pangan Vertikal di Perkotaan

Klikhijau.com - Peluang pertumbuhan hijau (green-growth) saat ini menjadi bahan pembicaraan yang ramai karena merupakan andalan dan model baru untuk efisiensi sumber daya muncul dengan cepat. Namun...

Membangun Green Business Tanaman Pangan Vertikal di Perkotaan
Bacakan Artikel
Merza Gamal

Profesional Konsultan Keuangan

Klikhijau.com - Peluang pertumbuhan hijau (green-growth) saat ini menjadi bahan pembicaraan yang ramai karena merupakan andalan dan model baru untuk efisiensi sumber daya muncul dengan cepat.

Namun demikian, sudah bukan saatnya lagi untuk sekedar menghabiskan banyak waktu untuk membicarakannya, tetapi saatnya bagaimana membuat langkah pertama, dan mulai memberdayakan bisnis yang berfokus pada penciptaan masa depan yang berkelanjutan.

Dunia sedang memasuki fase inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak sedikit perusahaan sukses mengambil jalan yang berbeda. Mereka membangun dan menskalakan bisnis baru dengan kecepatan luar biasa, melontarkan diri ke berbagai sektor dan pasar dan melintasi kumpulan nilai tradisional, sambil memanfaatkan apa yang sudah mereka lakukan dengan sebaik-baiknya.

Salah satunya adalah Infarm, yakni sebuah bisnis internasional dengan lebih dari 900 insan perusahaan yang beroperasi di sepuluh negara. Infarm didirikan olah Erez Galonska bersama saudaranya Guy Galonska dan Osnat Michaeli pada tahun 2013 di Berlin. Infarm didirikan bertujuan untuk membawa produk lokal yang segar dan berkelanjutan ke daerah perkotaan melalui pendekatan “pertanian vertikal”, tanpa menggunakan pestisida dan hanya memerlukan sedikit tanah dan air sebagaimana yang diperlukan dalam pertanian konvensional.

Infarm mendirikan pertanian modular di seluruh lingkungan perkotaan di setiap ruang yang tersedia untuk memenuhi permintaan pasar, dan memungkinkan kota menjadi mandiri dalam produksi pangan mereka sambil secara signifikan meningkatkan keamanan, kualitas, dan jejak lingkungan dari makanan.

Arti menjadi mandiri

Saat ini, Infarm telah beroperasi di sepuluh negara secara global dan memiliki sekitar 500.000 kaki persegi fasilitas pertanian dan berencana untuk mencapai lima juta kaki persegi pada tahun 2025. Untuk itu, Infarm telah mengumpulkan $400 juta total pendanaan yang memungkinkan Infarm untuk berinvestasi lebih lanjut di negara maju untuk rekayasa, perangkat lunak, dan teknologi pertanian yang terus mendorong inovasi dalam produksi makanan segar dan memenuhi kebutuhan pengecer dari berbagai ukuran di lokasi mana pun.

Infarm berdiri pada awalnya karena Erez Galonska terpesona oleh swasembada yang  mempunyai makna kebebasan menurut dia. Pada akhir tahun 2004, Erez mulai mengeksplorasi apa artinya menjadi mandiri, dan dia melihat semuanya itu dimulai dari bagaimana menjadi energi dan air mandiri hingga menanam makanan untuk diri sendiri.

Erez mulai bepergian di antara komunitas yang berbeda dan melakukan pekerjaan dengan imbalan penginapan pada tahun 2005. Erez melakukan banyak jenis pekerjaan manual di pertanian, mulai dari memetik mangga hingga menanam sayuran. Pada puncak perjalanan tersebut, Erez tinggal di sebuah gunung di Kepulauan Canary dan hidup mandiri sepenuhnya.

Selama di Canary, Erez menjadi terobsesi dengan menanam makanan sendiri dan melihat bahwa itu memungkinkannya untuk mencoba varietas yang lebih menarik, namun tidak berhasil melewati rantai pasokan industri. Ketika Erez pindah kembali ke Berlin, dia bertanya pada diri sendiri, “Mengapa saya tidak bisa membawa pertanian saya? Apakah mungkin menanam makanan saya sendiri tanpa tanah?”

Penemuan akan dua hal

Erez terus melakukan penelitian tentang topik tersebut, dan menemukan dua hal: 1) ada sekelompok orang yang sudah bertani tanpa tanah sebagai bagian dari gerakan yang disebut hidroponik, dan 2) dia melihat gambar utopis gedung pencakar langit yang tertutup tanaman di kota. Kedua hal tersebut memberikan keyakinan bahwa kita bisa mengubah cara mencari dan makan makanan. Keyakinan itulah yang menjadi kekuatan pendorong untuk membangun Infarm.

Erez dan saudara lelakinya membangun pertanian hidroponik pertama di ruang tamu orang tua mereka, menanam kemangi hijau yang besar. Ketika terbukti berhasil, mereka berpikir bagaimana bisa mengubahnya menjadi bisnis.

Untuk itu, mereka menghabiskan satu tahun untuk meneliti hidroponik sebagai payung untuk banyak teknik berbeda yang mereka pelajari, hingga pada akhir 2016, bersama dengan sekelompok desainer, insinyur mesin, dan pengrajin, mereka membangun pertanian komersial pertama di Berlin, tepatnya di Neukölln.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2