Saatnya Mendukung Industri Fesyen Daur Ulang

Klikhijau.com – Industri fesyen merupakan salah satu industri yang ikut merusak keseimbangan alam dan boros air. Menurut laporan Ellen MacArthur Foundation, industri fesyen menggunakan air yang cuk...

Saatnya Mendukung Industri Fesyen Daur Ulang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Industri fesyen merupakan salah satu industri yang ikut merusak keseimbangan alam dan boros air.

Menurut laporan Ellen MacArthur Foundation, industri fesyen menggunakan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lima juta orang dan penyumbang 10 persen emisi karbon global tahunan.

Beberapa data menunjukkan bahwa industri fesyen menghasilkan sekitar lima gigaton [emisi gas rumah kaca setiap tahun], setara dengan gabungan dari semua emisi yang dihasilkan penerbangan internasional dan pelayaran laut.

Salah satu upaya untuk mengurangi kontribusi industri fesyen dalam merusak keseimbangan alam, Edwin Keh, CEO Institut Penelitian Tekstil dan Pakaian Hong Kong melakukan eksperimen hebat berupa Sistem Daur Ulang Garmen ke Garmen (G2G) yang merupakan bisnis daur ulang ritel.

Toko pertama dibuka pada tahun 2019 dan masih beroperasi secara mandiri hingga saat ini.

Di konter G2G, konsumen dapat membawa pakaian lama, kemudian akan dipecah menjadi serat. Serta akan dibuat menjadi benang. Benang dari pakaian lama akan dirajut menjadi pakaian baru secara 3-D.

Saat ini, desain yang dihasilkan sistem rajut 3-D tersebut masih sederhana, baru bisa memprogram leher V dan leher kru.

Inspirasi dari G2G

Institut Penelitian Tekstil dan Pakaian Hong Kong masih membuka peluang kepada para desainer untuk membantu memprogram beberapa hal yang lebih baik ke dalam sistem rajut 3-D tersebut.

Hasilnya akan menjadi hak cipta desainer, G2G akan memberi label desainer di atasnya, dan desiner menjual desainnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2