Kabar Buruk, Benda Ukuran 5 mm Ini Jadi Ancaman Nyata Bagi Mamalia Laut

Klikhijau.com โ€“ Hari minggu sore, seekor paus dengan panjang 9,5 meter ditemukan telah menjadi bangkai di sekitar Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kematiannya mengenaskan dan mengu...

Kabar Buruk, Benda Ukuran 5 mm Ini Jadi Ancaman Nyata Bagi Mamalia Laut
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Hari minggu sore, seekor paus dengan panjang 9,5 meter ditemukan telah menjadi bangkai di sekitar Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kematiannya mengenaskan dan mengundang banyak pertanyaan, sebab dikitari sampah plastik dan potongan kayu. Bahkan saat perut paus dibelah, di dalamnya juga berisi beragam sampah plastik seberat kurang lebih 6 kilo. Bayangkan, 6 kilo sampah dalam perut ikan paus itu.

Sampah-sampah dalam perut paus tersebut terdiri dari plastik keras 19 buah seberat 140 gram, botol plastik 4 buah 150 gram, kantong plastik 25 buah 260 gram. Ada pula sepasang sandal jepit seberat 270 gram hingga tali rafia 3,6 kilogram dan gelas-gelas plastik. Kejadian itu telah berlalu, yakni 18 November 2018, tapi akan tetap basah diingatan kita semua. Bagaimana ancaman nyata plastik bagi mamalia laut.


KLIK INI: Strategi Atasi Sanitasi Buruk, Jadi Isu Krusial Kepala Daerah se-Indonesia di Makassar Bulan Ini

KLIK INI: Memanfaatkan Sampah Botol Plastik Untuk Membuat Kebun Hidroponik, Ini Tipsnya!


Cerita kematian seekor paus di Wakatobi, yang disinyalir disebabkan oleh sampah plastik, sepertinya benar adanya. Sebab sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, seperti yang dimuat Kompas.com, Sabtu 2 Februari 2019 mengungkap kabar buruk yang menimpa para mamalia laut. Penelitian tersebut mengamati tentang "infeksi" mikroplastik pada sistem pencernaan hewan laut yang terdampar di lepas pantai AS.

Penenelitian itu meski sangat jauh dari Wakatobi, tapi ditemukan kesamaan yang mengancam mamalia laut, yakni plastik, jika paus yang mati di Wakatobi ditemukan banyak sampah dalam perutnya, maka penelitian tersebut menemukan mikroplastik dalam diri mamalia laut.

Mikroplastik menurut WikipideA adalah potongan kecil dari plastik yang dapat mencemari lingkungan. Meskipun ada beberapa pendapat mengenai ukurannya, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS telah mengklasifikasikan mikroplastik dengan diameter yang kurang dari 5 mm. Mereka dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kosmetik, pakaian, dan proses industri.

Ada dua klasifikasi dari mikro saat ini ada 2, yaitu: mikro primer yang produksinya merupakan hasil langsung dari bahan manusia dan penggunaan suatu produk, dan mikro sekunder berasal dari pemecahan puing-puing plastik yang lebih besar seperti bagian makroskopik yang membentuk sebagian besar dari Great Pacific Garbage Patch. Kedua jenis ini diakui bertahan di lingkungan pada tingkat yang cukup tinggi, terutama di ekosistem akuatik dan ekosisitem laut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: