Ingin Tahu 15 Komunitas Peduli Lingkungan di Sulawesi Selatan? Klik Ini!

Klikhijau.com - Perkembangan permasalah lingkungan dewasa ini semakin membawa kekhawatiran bagi para penduduk dunia tak terkecuali Indonesia. Tindakan nyata jelas merupakan hal yang mendesak untuk...

Ingin Tahu 15 Komunitas Peduli Lingkungan di Sulawesi Selatan? Klik Ini!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Perkembangan permasalah lingkungan dewasa ini semakin membawa kekhawatiran bagi para penduduk dunia tak terkecuali Indonesia.

Tindakan nyata jelas merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan. Di Indonesia sendiri kita tahu bahwa banyak sekali organisasi non-pemerintah (NGO) dan komunitas-komunitas yang peduli terhadap masalah lingkungan.

Penasaran dengan komunitas peduli lingkungan di Sulawesi Selatan, ini dia 15 diantaranya:



  • Makassar Berkebun



Makassar Berkebun dimulai pada pertengahan 2011. Komunitas Makassar berkebun juga tidak terlepas dari, komunitas sebelumnya bernama Indonesia Berkebun, sukses mengadaptasi konsep ini di 19 kota besar dan 1 kampus di Indonesia.

Makassar Berkebun kemudian mengaplikasikan konsep Indonesia Berkebun. Ternyata, konsep ini juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat perkotaan.

Komunitas ini mampu menciptakan lahan hijau di tengah kota Makassar yang juga memberikan manfaat bagi komunitas sekitar.

Adapun kegiatan mereka seperti menanam sayuran dan buah-buahan, berkebun dan panen bersama teman-teman dan keluarga.



  • Mangrove Action Project-Indonesia



Lembaga nirlaba ini berfokus pada upaya konservasi kawasan mangrove dengan menggunakan pendekatan terintegrasi konservasi daerah aliran sungai (DAS) hulu-hilir melalui kegiatan-kegiatan edukasi, pengembangan masyarakat, pengembangan matapencaharian alternatif yang berkelanjutan, rehabilitasi kawasan mangrove dan pengelolaan sumberdaya alam berbasis komunitas.


  • Komunitas Sepeda Mamminasata



Walaupun klub ini adalah pecinta sepeda yang salah satunya merupakan tapi komunitas ini mampu memberikan inspirasi dalam memasyarakatkan penggunaan sepeda dalam rangka mengurangi polusi gas dimana polusi kendaraan. Juga salah satu penyumbang terjadinya pemanasan global,terjadi efisensi energi, menuju kota yang lebih humanis dan meningkatkan derajat kesehatan.


  • Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Regional Sulawesi Selatan



Organisasi ini mampu mengajak pemuda untuk mencintai lingkungannya. Mengedukasi generasi muda untuk peka dan peduli terhadap isu lingkungan di Indonesia.

Menjadi wadah dan fasilitator bagi generasi muda Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menciptakan gerakan hijau nasional yang nyata dan berkelanjutan.



  • Satuan Konservasi Maritim Universitas Hasanuddin



Tujuan pendirian Satuan Konservasi Maritim adalah sebagai wadah bagi mahasiswa perkapalan unhas dalam hal  eksplorasi lingkungan maritim dan sosial kemasyarakatan. Satuan konservasi Maritim merupakan unit kerja dari Himpunan Mahasiswa Perkapalan Fakultas Teknik Perkapalan Universitass Hasanuddin.


  • Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan



WALHI sendiri merupakan forum kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari organisasi non-pemerintah/Non Government (Ornop/NGO), Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang didirikan pada tanggal 15 Oktober 1980 sebagai reaksi dan keprihatinan atas ketidakadilan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan sumber-sumber kehidupan, sebagai akibat dari paradigma dan proses pembangunan yang tidak memihak keberlanjutan dan keadilan.


  • Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntundo



PPLH merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mandiri, independen dan dijalankan secara profesional. PPLH Puntondo berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup Puntondo (YPLHP) dan mulai melaksanakan kegiatan secara resmi pada 15 Oktober 2001.

Terbentuknya PPLH di Sulawesi Selatan dilatarbelakangi oleh rasa kepedulian terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi begitu cepat dan keberadaannya tidak lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat, LSM, Universitas, sekolah-sekolah, pemerintah dan individu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2