Ikan Asap Tritiro, Kuliner Khas Bulukumba yang Tumbuh dari Modal Rantau

Klikhijau.com - Aroma ikan asap menyambut di sebuah rumah permanen di Jalan Pendidikan, Desa Tritiro. Aromanya khas, membuat selera makan segera berontak. Usaha ikan asap yang telah ada sejak tahun...

Ikan Asap Tritiro, Kuliner Khas Bulukumba yang Tumbuh dari Modal Rantau
Bacakan Artikel

Ada dua jenis ikan yang menjadi andalannya, ikan tuna dan ikan tongkol. Sebagai desa yang berada di wilayah pesisir. Bahan baku ikan asap, menurut Evi tak pernah terkendala. Selalu tersedia.

Ketersedian bahan baku yang tak pernah alpa itu, membuat usaha ini mampu memproduksi ikan asap paling sedikit 40 kg perhari, bahkan kadang mencapai ratusan kilo.

Hanya untuk menikmati ikan yang diasapi menggunakan kulit kelapa kering dan tongkol jagung itu, harus memesannya terlebih dahulu. Jika tidak, maka bisa datang setelah Duhur atau setelah Asar. Karena proses pengasapan dilakukan setelah Duhur.

Sayangnya ketika kami datang, proses pengasapan telah usai untuk sesi pertama, sementara untuk pengasapan sesi kedua, kami tak bisa menungguinya.

[irp]

Modal dari rantau

Modal awal dari usaha pengasapan ikan tersebut berasal dari rantau. Ketika Siti Marniati merantau ke Sumatera bersama suami. Di rantau itulah ia mengumpulkan modal. Modal yang terkumpul ia belikan motor untuk digunakan berjualan ikan asap.

Dengan tekun dan penuh kesabaran, ia bersama suami mengkutui usahanya itu. Sebuah usaha yang patut diteladani agar tak mudah menyerah pada nasib. Sebab pada akhirnya, hanya mereka yang tak menyerahlah yang jadi pemenangnya.

Pada usianya yang semakin menua dan perkembangan teknologi seolah akan menelan usahanya. Datanglah putrinya, Evi Sulastri menjadi “matahari” yang membuat jalan ikan asap terang benderang.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: