Hujan Hijau

Ricik hujan tiba sangat lembut. Pecahkan hening sore itu.  Rakka  duduk di tepi jendela kamarnya, menatapi hujan yang turun. Dia disergap kekaguman. Setiap tetesnya yang jatuh membuatnya semakin terpe...

Hujan Hijau
Bacakan Artikel

Ricik hujan tiba sangat lembut. Pecahkan hening sore itu.  Rakka  duduk di tepi jendela kamarnya, menatapi hujan yang turun. Dia disergap kekaguman. Setiap tetesnya yang jatuh membuatnya semakin terpesona oleh keajaiban alam.

Rakka, seorang anak yang ceria dan penuh imajinasi. Dia selalu menyukai hujan. Baginya hujan adalah waktu yang ajaib. Waktu di mana kehidupan menjadi berbeda, di mana petir menyilaukan dan petir menyala menerangi langit, memberikan nuansa yang misterius. Di mana pelangi akan muncul setelahnya.

Ketika hujan menderas suatu sore, dia memutuskan pergi ke taman yang terletak di dekat rumahnya. Tanpa payung ataupun jas hujan.

Dia bermain dengan hujan, merasakan sensasi hujan yang membasahi pipinya dan menghirup aroma tanah basah yang segar.

[irp]

Sesampainya di taman,  Rakka  berlari-lari kecil mengitari pepohonan yang berderetan di sisi jalan. Air hujan mengalir di bawah kakinya, membuatnya bersemangat seolah mengikuti aliran kehidupan. Dia merasakan setiap tetes hujan yang jatuh ke wajahnya seperti ciuman lembut dari alam.

Saat  Rakka  berlari ke arah kolam kecil di taman, tiba-tiba dia mendengar suara gaduh dari balik semak-semak. Hatinya berdebar-debar, tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Dengan hati-hati, dia mendekati semak-semak itu dan dengan kaget menemukan seekor anak kucing yang basah kuyup.

Anak kucing itu bersembunyi dari hujan di balik semak-semak, tampak ketakutan dan lemah.  Rakka  merasa iba melihatnya dan tanpa ragu, ia menggendong anak kucing itu dengan penuh kelembutan.

"Jangan khawatir, kucing kecil. Aku akan membawamu pulang," ucap  Rakka  lembut.

Rakka  pulang dengan membawa anak kucing yang diberi namanya Hujan. Mereka berdua segera menjadi teman baik. Hujan memberikan kehangatan dan keceriaan di dalam rumah  Rakka  yang sebelumnya sepi. Setiap kali hujan turun,  Rakka  dan Hujan duduk bersama di jendela, menikmati keindahan dan melodi hujan yang menyenangkan.

Seiring berjalannya waktu, Hujan tumbuh menjadi kucing yang cantik dan lincah.  Rakka  dan Hujan menjadi tak terpisahkan, menjalani petualangan dan kehidupan yang penuh warna bersama.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: