Bercengkrama dengan Satwa Karst Di Rimba Malam

Klikhijau.com - Bekerja sebagai petugas taman nasional mengharuskan selalu bergelut dengan alam liar. Rimbunnya pepohonan, terjalnya medan hingga mencari tahu sarang binatang liar. Orang lain serin...

Bercengkrama dengan Satwa Karst Di Rimba Malam
Bacakan Artikel

Saya kemudian memutuskan mengikuti Pado. Ikut memanjat tebing. Penasaran melihat langsung sang satwa.

Ternyata tak mudah memanjati tebing tanpa peralatan yang memadai. Bermodalkan tekad dan rasa penasaran yang membuncah. Tak membiarkan Pado jauh dari jangkauan saya.

Pado begitu lincah berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Saya kewalahan dibuatnya. Cadasnya batu gamping tak memberi ampun jika anggota tubuh terbentur. Sesekali lutut saya terantuk.

[irp posts="2673" name="Lagi, Karena Ulah Manusia Ribuan Spesies Binatang Berisiko Punah"]

Saya meringis kesakitan. Namun tak menyerah, terus berdampingan dengan Pado. Mata saya juga terus awas, mencari si mungil. Berharap mendapatinya berpegang erat di ranting pohon.

Hingga akhirnya pencarian kami membuahkan hasil. Pado melihatnya saat melompat. Berpindah dari ranting ke ranting. Ia menunjukkan ke saya.โ€Itu dia di atas pohon.โ€ Menunjuk ke arah pohon yang akarnya melekat di tebing batu gamping.

Sesekali Pado mengusap peluh yang bercucuran. Kami kemudian memotretnya. Belum mendapat gambar yang cukup baik, ia telah menyadari keberadaan kami. Tanpa pamit ia sudah melompat, berpindah. Menghilang di kesunyian malam.

Hingga kemudian kami mencoba mencari ke mana ia pergi. Namun hasilnya nihil. Tak gampang mengikutinya. Sekali melompat ia bisa berpindah tempat beberapa meter. Hingga kemudian kami memutuskan menyudahi pencarian malam itu.

Kami kembali ke tenda. Beberapa regu belum kembali. Satu dua regu mengabarkan bahwa mereka tak berjumpa langsung.

Hanya mendengarkan suara sang satwa saat akan keluar dari sarang. Meski begitu mereka tetap senang. Bertualang di gelapnya rimba.

Semoga megahnya bukit-bukit batu kapur terus berdiri hingga akhir zaman. Menenteramkan biduk-biduk penghuninya. Kuskus sulawesi dan tarsius adalah bagian kecil dari satwa yang menjadikan karst sebagai rumahnya.

[irp]

Pilih Halaman: