Bercengkrama dengan Satwa Karst Di Rimba Malam

Klikhijau.com - Bekerja sebagai petugas taman nasional mengharuskan selalu bergelut dengan alam liar. Rimbunnya pepohonan, terjalnya medan hingga mencari tahu sarang binatang liar. Orang lain serin...

Bercengkrama dengan Satwa Karst Di Rimba Malam
Bacakan Artikel

Berjalan mengitari lokasi yang menjadi sarang tarsius. Berharap menjumpai satu kelompok tarsius keluar dari sarang untuk mencari makan atau sekedar memulai aktivitasnya.

Pohon di lokasi sekitar sarang tak begitu rapat. Pohon besar bisa dihitung jari. Hanya pancang seukuran betis orang dewasa, cukup rapat. Hingga tak lama berselang sorotan senter kepala Pado berpapasan dengan sorot mata satwa malam.

Pado berseru, โ€Itu ada Cangali,โ€ ia berbisik lirih ke arah saya. Saya pun mendekatinya. Penasaran dengan satwa dimaksud. Saya kemudian mengikuti arah telunjuk Pado.

Benar saja saya melihat dua ekor kuskus sulawesi (Strigocuscus celebensis). Mereka sedang asyik mencari makan di pucuk pohon jambu-jambuan. Ia tak serta merta menghindar. Bergerak lambat, membuat kami bisa berlama-lama melihat sosoknya.

Kuskus kerdil adalah nama lainnya. Ia tergolong herbivora, makanan utamanya ialah dedaunan dan buah-buahan. Satwa ini terkenal penyendiri. Sebaran kuskus terbatas.

Di Indonesia sendiri hanya bisa dijumpai di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jenis kuskus hanya bisa dijumpai di belahan dunia lain di antaranya: Australia dan Papua New Guinea. Untuk kuskus kerdil hanya bisa dijumpai di Sulawesi dan pulau satelitnya.

Badan berwarna kecoklatan cerah seperti warna sapi bali. Mata bulat dengan kumis tipisnya. Mulutnya runcing. Mata bulatnya membelalak. Bulunya lebat. Bentuk muka yang bundar dengan daun telinga kecil. Sungguh menggemaskan.

[irp posts="2686" name="Kebun Binatang Surabaya Berhasil Tetaskan 74 Telur Komodo"]

Panjang tubuh si Small Sulawesi Cuscus ini hanya berkisar 29-38 cm dengan berat sekitar satu kilogram. Cukup mungil kan!

Tak banyak yang pernah menjumpainya secara langsung. Bisa jadi hanya mereka yang menetap di sekitar hutan kadang-kadang berjumpa dengannya. Aktif di malam hari membuatnya tidak sepopuler kuskus beruang (Ailurops ursinus).

Bagaimana dengan status konservasinya? Kuskus kerdil termasuk kriteria โ€œVulnerableโ€. Satwa australis ini seperti kanguru, kuskus betina melahirkan anaknya kemudian merawat dan membawa sang anak di dalam kantung yang terdapat di perutnya. Lucu kan!

Saya puas mengamatinya. Betapa senang bisa berjumpa dengan satwa berkantung ini. Hingga kemudian sang satwa menyadari kehadiran kami. Dengan gerakan khasnya, bergerak lambat (slow motion).

Ia berpindah dengan mengandalkan ekornya yang panjang, berpegangan pada dahan satu ke lainnya. Hingga kemudian menghilang dari pandangan kami.

Pado kemudian berfokus mencari tarsius. Dengan indra penciumannya ia yakin tarsius ada di sekitar kami. โ€œMereka ada di sekitar sini,โ€ tunjuknya ke arah tebing. Hingga saya tak menyadari ia telah memanjat tebing. Saya yang asyik mendongak mencari si mata bulat itu tak menyadari keberadaan Pado.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: