Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas

Klikhijau.com - Minggu mendung membawaku menerobos kota Makassar. Menikmati akhir pekan. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Hari masih pagi, saat menuntas satu urusan di pusat kota. Saat tiba di...

Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas
Bacakan Artikel

Saya pun mencari buah yang dapat dijangkau. Saya akhirnya bisa mendapatkan beberapa buah. Kembali mencicipinya.

Buahnya bulat. Lebih kecil dari pada buah lengkeng.

Saya coba bawa beberapa biji. Menawarkan kepada anak-anak. Hanya anak saya yang tertua yang mau mencobanya. Awalnya dia protes dengan rasanya. "Kecut sekali Ayah," pungkas Keenand, anak sulung saya. Tak lama kemudian Keenand minta lagi. "Kecut tapi suka," tambahnya.

Dao di hutan menjadi makanan favorit bagi beberapa satwa. Rangkong, kangkareng, dan monyet hitam sulawesi, menyukainya. Saya pernah mendapati satu kelompok monyet yang memiliki nama latin: Macaca maura ini memanjati dan mengkonsumsi buah dao.

Moga hutan kota Unhas ini terus terjaga. Menjadi pelarian warga mencari udara segar. Hutan pun menjadi persinggahan beberapa satwa. Burung pun menjadikan sebagai habitatnya.

Semoga juga wahana publik serupa ini terus menjamur di Makassar. Begitupun di wilayah lain.

[irp]

Pilih Halaman: