Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas

Klikhijau.com - Minggu mendung membawaku menerobos kota Makassar. Menikmati akhir pekan. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Hari masih pagi, saat menuntas satu urusan di pusat kota. Saat tiba di...

Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas
Bacakan Artikel

Beberapa buah lalu saya amati. Bentuknya bulat sebesar kelereng. Berwarna kekuningan. Saya kemudian mencicipinya. Rasanya kecut tak terkira. Saya pun yakin jika pohon tersebut adalah dao.

Saya mengamati sekeliling. Pemilik nama latin: Dracontomelon dao ini tampaknya mendominasi hutan kota. Sengaja ditanam dengan jarak tertentu.

Saya bersama keluarga menikmati fasilitas umum ini. Menelusuri taman dengan hati-hati. Hujan semalam masih menyisakan permukaan yang basah. Awalnya hanya kami di taman. Tak lama kemudian warga pun mulai bertandang. Meski tak begitu riuh.

[caption id="attachment_24344" align="alignnone" width="777"]dao Buah pohon Dao - Foto: Taufiq Ismail[/caption]

Anak-anak nampak bermain. Main kejar-kejaran. Mereka tetap menyadari permukaan jalan yang licin. Bermain dengan hati-hati. Mereka bermain hide and seek dengan cara berbeda. Selalu ada kreatifitas di tengah keterbatasan.

Saya sedikit berbeda menikmati taman asri ini. Saya memerhatikan sekeliling. Mencari penghuni alami hutan kota. Saya menemukan beberapa jenis burung berkeliaran. Suara kutilang bersahutan, sesekali burung kacamata laut bercuitan. Berselang beberapa menit seekor cekakak sungai, Halcyon chloris, melintas dengan suara khasnya: "jikki...jikki...."

[irp]

Suasana yang begitu damai. Padahal tak jauh dari hutan kota, ada lampu merah yang sibuk dengan pengendara lalu lalang.

Burung-burung tahu ke mana mereka harus mencari makanan. Mencari pepohonan yang berbuah. Begitupun burung pemakan serangga, mendatangi rimbunan pohon mencari target makanannya. Hingga terjadi rantai makanan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: