Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas

Klikhijau.com - Minggu mendung membawaku menerobos kota Makassar. Menikmati akhir pekan. Menghabiskan waktu bersama keluarga. Hari masih pagi, saat menuntas satu urusan di pusat kota. Saat tiba di...

Aku, Pohon Dao, dan Cerita Saat Bersantai di Hutan Kota Unhas
Bacakan Artikel

Warga sekitar Tamalanrea, Makassar, patut bersyukur dengan kehadiran hutan kota ini. Meski sebenarnya jarak tak lagi jadi hambatan. Ada kendaraan yang memudahkan segalanya.

Hutan kota Unhas ini juga menjadi faslitas tambahan bagi pemuda yang kasmaran. Tak heran taman ini menjadi tempat mereka memadu kasih. Menikmati alam sembari bercengkrama. Tak hanya itu juga menjadi ruang diskusi terbuka menarik. Tak heran jika kerap kali menjumpai kelompok mahasiswaย  berdiskusi di taman.

Apalagi bagi mahasiswa yang sedang mengecap manisnya ilmu, taman inilah menjadi salah satu tempat pelarian. Sekedar melepas penat atau menjadi tempat menuntaskan tugas dari dosen.

Saya pernah melakoninya. Kala itu ada janji dengan dosen. Hanya saja ada kuliah daring yang hampir bertepatan. Karenanya saya memilih kuliah di kampus sebelum menuai janji.

Saya membuat rencana yang matang. Mengikuti kuliah dari hutan taman kota. Saya menggantung hammuck. Memanfaatkan pohon dao yang berjejer rapi. Batang dao yang berdiameter di atas 10 cm meter ini telah kokoh.

[irp]

Berbaring di atas hammuck dengan rindang dao menjadi payung. Saya pun bisa menikmati kuliah daring hari itu. Begitu pun janji temu dosen tepat waktu.

Saya memerhatikan penyusun hutan kota. Dao memang di mana-mana. Meski begitu jenis pohon lainpun dapat kita jumpai. Sebuah pohon mangga megah melindungi. Beberapa pohon mahoni pun berjejer. Trembesi pun berbaris rapi di sepanjang jalan menuju kampus merah itu.

Setelah puas mengelilingi taman di hutan kota, saya pun mendekati sebuah pohon dao yang paling besar. Tak hanya perkasa, pohon berdaun majemuk itupun sedang berbuah.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: