Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna

Klikhijau.com – Akar wangi (Vetivera zizanoides) merupakan jenis tanaman rumput‐rumputan (Gramineae) yang mirip sereh. Bedanya, dedaun akar wangi tidak mengeluarkan aroma wangi. Lalu, mengapa dinamai...

Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna
Bacakan Artikel

Vetivera banyak ditanam di perbukitan dengan mengikuti pagar hidup (jarak tanam 20 cm atau kurang) dengan tujuan untuk mengurangi laju erosi. Tanah yang terkikis dan terbawa aliran permukaan pada waktu hujan akan terakumulasi pada barisan pagar hidup akar wangi.

Penanaman akar wangi juga diyakini mampu mengendalikan kehilangan hara tanah akibat erosi. Keerati, et al. (1996) menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa strip rumput vetiver pada lahan dengan kemiringan 3% mampu menurunkan kehilangan unsur N dan P sampai 50 % dibandingkan kontrol berupa tanah terbuka.

[irp]

Vetivera mempunyai beberapa keunggulan antara lain daya tumbuh dan daya adaptasi yang sangat luas pada berbagai kondisi tanah. Kelemahannya adalah pola pertumbuhannya yang tegak lurus atau vertikal terhadap tanah, sehingga disarankan dikombinasikan dengan tanaman penutup tanah lainnya seperti rumput bahia, rumput pahit (carpet grass) atau jenis kacang‐kacangan (legume).

Tanaman ajaib yang multiguna

Dengan manfaatnya sebagai tanaman konservasi dan akarnya yang mengandung atsiri, vetivera kemudian dinamai pula tanaman ajaib. Tak hanya itu, dedaunnya ternyata dapat pula digunakan sebagai pakan ternak atau sebagai mulsa penutup tanah.

[caption id="attachment_19191" align="alignnone" width="598"]atsiri akar wangi Atsiri akar wangi yang kaya manfaat untuk parfum dan pengobatan - Foto/Vaya.in[/caption]

Di Indonesia, akar vetivera juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajian antara lain tempat tisu, karpet, tas, handicraft, hiasan dan lainnya. Beberapa pusat kerajinan tangan dari akar wangi antara lain Garut, Solo, serta Gunung Kidul.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: