Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna

Klikhijau.com – Akar wangi (Vetivera zizanoides) merupakan jenis tanaman rumput‐rumputan (Gramineae) yang mirip sereh. Bedanya, dedaun akar wangi tidak mengeluarkan aroma wangi. Lalu, mengapa dinamai...

Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna
Bacakan Artikel

Jenis tanah Regosol dan Andosol dengan drainase baik merupakan media tumbuh yang sesuai bagi tanaman akar wangi.Sejak zaman penjajahan Belanda, vetivera telah dikenal sebagai tanaman konservasi tanah dan air maupun sebagai tanaman budidaya.

Akar wangi sebagai tanaman konservasi

Pada tahun 1988, Bank Dunia juga ikut menyebarluaskan informasi tentang akar wangi sebagai tanaman konservasi. Sebagai tanaman konservasi, akar wangi dapat diterapkan pada beberapa kondisi sesuai dengan tujuannya antara lain:

  • Sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi permukaan, dapat berupa: ‐ Strip rumput (Grass barrier) pada lahan olah pertanian ‐ Rumput penguat teras yang ditanam pada bibir teras.

  • Sebagai pengendali erosi atau longsoran pada lahan miring ‐ Rumput penahan longsoran tebing jalan (Road side erosion) ‐ Rumput penahan longsoran tebing sungai (Stream bank erosion).


Secara ilmiah, akar wangi telah terbukti efektif dalam mengendalikan erosi dan aliran permukaan. Grimshaw & Helfer (1988) melaporkan pengalamannya di India dan Tenesse, bahwa tanaman ini sangat baik digunakan sebagai perlakuan konservasi tanah dan air secara vegetatif karena akarnya relatif dalam, kuat dan lebat.

Vetivera banyak ditanam di perbukitan dengan mengikuti pagar hidup (jarak tanam 20 cm atau kurang) dengan tujuan untuk mengurangi laju erosi. Tanah yang terkikis dan terbawa aliran permukaan pada waktu hujan akan terakumulasi pada barisan pagar hidup akar wangi.

Penanaman akar wangi juga diyakini mampu mengendalikan kehilangan hara tanah akibat erosi. Keerati, et al. (1996) menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa strip rumput vetiver pada lahan dengan kemiringan 3% mampu menurunkan kehilangan unsur N dan P sampai 50 % dibandingkan kontrol berupa tanah terbuka.

Vetivera mempunyai beberapa keunggulan antara lain daya tumbuh dan daya adaptasi yang sangat luas pada berbagai kondisi tanah. Kelemahannya adalah pola pertumbuhannya yang tegak lurus atau vertikal terhadap tanah, sehingga disarankan dikombinasikan dengan tanaman penutup tanah lainnya seperti rumput bahia, rumput pahit (carpet grass) atau jenis kacang‐kacangan (legume).

Tanaman ajaib yang multiguna

Dengan manfaatnya sebagai tanaman konservasi dan akarnya yang mengandung atsiri, vetivera kemudian dinamai pula tanaman ajaib. Tak hanya itu, dedaunnya ternyata dapat pula digunakan sebagai pakan ternak atau sebagai mulsa penutup tanah.

[caption id="attachment_19191" align="alignnone" width="598"]atsiri akar wangi Atsiri akar wangi yang kaya manfaat untuk parfum dan pengobatan - Foto/Vaya.in[/caption]

Di Indonesia, akar vetivera juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajian antara lain tempat tisu, karpet, tas, handicraft, hiasan dan lainnya. Beberapa pusat kerajinan tangan dari akar wangi antara lain Garut, Solo, serta Gunung Kidul.

Sebagai bahan baku minyak atsiri, akar wangi memilik aroma yang khas dan disukai banyak orang. Aroma vetivera dikenal sangat khas dan dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama.

Adapun manfaat lain dari minyak atsiri vetivera antara lain: mengatasi radang, mencegah infeksi bakterial, meningkatkan imunitas tubuh, mengatasi imsomnia dan lainnya.

Demikianlah perkenalan dengan tanaman akar wangi, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2