Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna

Klikhijau.com – Akar wangi (Vetivera zizanoides) merupakan jenis tanaman rumput‐rumputan (Gramineae) yang mirip sereh. Bedanya, dedaun akar wangi tidak mengeluarkan aroma wangi. Lalu, mengapa dinamai...

Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna
Bacakan Artikel

Vetivera dapat diperbanyak secara vegetatif melalui pecahan bonggol-bonggol bergaris tengah 10 cm dengan lima mata tunas yang diambil dari tanaman berumur 12 bulan atau lebih. Dapat pula melalui rumpun‐rumpunnya dari lokasi pembibitan, kemudian dibelah‐belah untuk ditanam/diperbanyak.

Sebelum ditanam, daunnya dipotong sehingga tersisa kurang lebih 20 cm, demi mengurangi penguapan pada saat tanam. Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi di atas 1.000 m dpl.

Untuk menghasilkan minyak yang baik dan berkualitas, vetivera lebih cocok ditanam dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl, dengan iklim sedang dan kurang menghendaki naungan. Curah hujan optimum untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 2000 – 3000 mm tiap tahun, dengan suhu udara maksimum 17 – 27 C , dan akan tetap tumbuh meskipun dalam dua bulan tidak ada hujan.

Vetivera dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Khusus untuk produksi akar, tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah tanah yang berpasir atau tanah abu vulkanik. Apabila ditanam pada tanah yang padat, keras dan berliat berat akarnya akan sulit dicabut dan akan menghasilkan akar dengan rendemen minyak yang rendah.

Jenis tanah Regosol dan Andosol dengan drainase baik merupakan media tumbuh yang sesuai bagi tanaman akar wangi.Sejak zaman penjajahan Belanda, vetivera telah dikenal sebagai tanaman konservasi tanah dan air maupun sebagai tanaman budidaya.

[irp]

Akar wangi sebagai tanaman konservasi

Pada tahun 1988, Bank Dunia juga ikut menyebarluaskan informasi tentang akar wangi sebagai tanaman konservasi. Sebagai tanaman konservasi, akar wangi dapat diterapkan pada beberapa kondisi sesuai dengan tujuannya antara lain:

  • Sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi permukaan, dapat berupa: ‐ Strip rumput (Grass barrier) pada lahan olah pertanian ‐ Rumput penguat teras yang ditanam pada bibir teras.

  • Sebagai pengendali erosi atau longsoran pada lahan miring ‐ Rumput penahan longsoran tebing jalan (Road side erosion) ‐ Rumput penahan longsoran tebing sungai (Stream bank erosion).


Secara ilmiah, akar wangi telah terbukti efektif dalam mengendalikan erosi dan aliran permukaan. Grimshaw & Helfer (1988) melaporkan pengalamannya di India dan Tenesse, bahwa tanaman ini sangat baik digunakan sebagai perlakuan konservasi tanah dan air secara vegetatif karena akarnya relatif dalam, kuat dan lebat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: