Suka Duka dari Pinggir Kanal Rajawali Makassar, di Antara Sampah dan Ritus Ala Pesisir

Klikhijau.com - Melewati ruas jalan Tanjung Bunga Makassar, tepatnya di seberang gedung celebes convention centre (CCC), terdapat lorong kecil yang jalannya berlapis tanah padat. Di sepanjang jalan...

Suka Duka dari Pinggir Kanal Rajawali Makassar, di Antara Sampah dan Ritus Ala Pesisir
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Melewati ruas jalan Tanjung Bunga Makassar, tepatnya di seberang gedung celebes convention centre (CCC), terdapat lorong kecil yang jalannya berlapis tanah padat.

Di sepanjang jalan lorong ini, nampak jajaran rumah-rumah kecil semi permanen berupa hunian masyarakat yang juga berfungsi sebagai kios-kios kecil.

Menyisir sepanjang jalan kecil, akan tiba di perempatan lorong, tepat di sebelah bangunan bertingkat yang tak lain ialah Rumah Susun (Rusun) sederhana.

Letak gedung Rusun dengan jalan lorong dipisahkan oleh aliran kanal kecil yang berujung di pelelangan ikan, tempat kapal-kapal nelayan bersandar. Dari Rusun menuju pelelangan ikan, panjang kanal Rajawali kira-kira hanya beberapa meter saja.

Meski begitu, kanal rajawali memiliki makna yang besar bagi masyarakat Panambungan. Kehadiran kanal tak hanya digunakan sebagai saluran pembuangan limbah cair rumah tangga masyarakat sekitar kanal, tapi juga sebagai jalur mobilitas nelayan.

Menjelang petang, kanal Rajawali akan sibuk dengan lalu lintas kapal-kapal nelayan yang hendak keluar melaut. Jarak kanal dari jembatan tongkonan CPI yang tak terlalu jauh menjadikan kanal rajawali sebagai tempat bersandar kapal-kapal kecil penangkap ikan dan cumi.

Keberadaan pelelangan ikan (lelong) rajawali yang berada tepat di pinggiran kanal membuat kanal rajawali sebagai pos akhir kapal nelayan setelah melaut. Hasil tangkapan ikan nelayan biasanya langsung dibawa ke tempat ini untuk dijual pada pengepul ataupun penjual ikan yang tak lain merupakan teman dekat mereka.

Lelong juga kerap disinggahi nelayan yang berasal dari luar Makassar, seperti nelayan asal Takalar dan Sinjai yang turut menjual tangkapannya di tempat ini. Hadirnya kapal-kapal nelayan luar rajawali seolah meramaikan tepian kanal.

Selain menjual ikan, mereka juga membeli bahan pokok seperti tabung gas, galon air, beras dan kebutuhan lainnya untuk dibawa ke daerah asalnya.

Kondisi kanal Rajawali

Tepian kanal juga dijadikan tempat bersantai masyarakat sekitar di kala sore hari. Seolah menanti terbenamnya matahari, masyarakat panambungan yang sebagian besarnya pria dewasa bersenda gurau di tempat ini.

Sementara bapak-bapak ini mengobrol ria, anak-anak mereka nampak bahagia mencelupkan badannya di pinggiran kanal. Sebagian anak lainnya terlihat berupaya mendayung perahu yang telah terikat di pinggir kanal, seolah-olah sedang melaut. Air dari kanal rajawali juga digunakan masyarakat untuk membersihkan kapal, menyiram jalan lorong yang berpasir, mencuci motor/mobil, dan menyiram tanaman mereka.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2