Ketika Masyarakat Parepare Bicara Bank Sampah

Klikhijau.com - Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan dihampir seluruh daerah di Indonesia. Pola konsumsi masyarakat yang kian masif tak diseimbangkan dengan pengelolaan sampah menjadikan tempat...

Ketika Masyarakat Parepare Bicara Bank Sampah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan dihampir seluruh daerah di Indonesia. Pola konsumsi masyarakat yang kian masif tak diseimbangkan dengan pengelolaan sampah menjadikan tempat pembuangan kian menggunung. Akibatnya sampah mencemari tanah dan udara, selain itu penumpukan sampah berpotensi menjadi banjir. TPA (tempat pembuangan akhir) menjadi salah satu produsen gas metana yang mempengaruhi pemanasan global.

Di daerah perkotaan, sampah menutupi dasar sungai dan selokan menjadikan permukaan air semakin tinggi dan menggenangi perkampungan dan jalan.

Untuk itu, diperlukan pengelolaan sampah berbasis insklusifitas, dimana masyarakat dilibatkan sebagai penggerak dan pelaksana program.

Bank sampah menjadi salah satu gagasan alternatif untuk mendaur ulang sampah sekaligus juga memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat. Sampah yang selama ini dianggap tidak lagi diperlukan kini bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.

Program bank sampah menggunakan asas 3R, yaitu mengurangi sampah (reduce), menggunakan kembali barang bekas (reuse) dan mendaur ulang sampah untuk menciptakan produk bernilai ekonomis (recycle). Dengan begitu masyarakat bisa menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA.

Ide bank sampah mulai banyak dilakukan di beberapa daerah. Di Makassar sendiri, pengelolaan bank sampah dilakukan di tingkat terkecil, yaitu di RW. Pemerintah Kota Makassar memberikan instruksi kepada RW untuk mengelola bank sampah sebagai syarat untuk mendapatkan insentif bulanan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: