Ketika Masyarakat Parepare Bicara Bank Sampah

Klikhijau.com - Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan dihampir seluruh daerah di Indonesia. Pola konsumsi masyarakat yang kian masif tak diseimbangkan dengan pengelolaan sampah menjadikan tempat...

Ketika Masyarakat Parepare Bicara Bank Sampah
Bacakan Artikel

[irp]

Diskusi bank sampah

Selain pihak aparat pemerintah, bank sampah juga bisa dikelola oleh komunitas masyarakat, seperti bank sampah "Asoka V" yang dikelola oleh seorang inisiator penggerak bank sampah bernama Faisal Baso. Faisal telah menekuni bank sampah sejak 2015, kini dia telah menjadi pendamping di beberapa bank sampah dan secara rutin menjadi penyuluh di beberapa daerah.

Faisal Baso baru saja tiba di Parepare pada Selasa pagi (18/2). Ia rencananya akan melawat ke Pinrang untuk mengisi acara diskusi. Namun, secara sukarela dan dengan sedikit masukan dari kawan sehingga ia berkenaan meluangkan waktu berdiskusi dengan kami. Diskusi yang sebetulnya juga penyuluhan ini dimulai jam 10 lewat, bertempat di Rumah Lestari yang berada di dekat Pelabuhan Cappa Ujung. Diskusi diinisiasi oleh HIPMI BPD Sulsel bersama Bumi Lestari, komunitas pemerhati lingkungan di kota ini.

Diskusi ini juga mendapat perhatian dari Pihak Kecamatan, dimana Pak Camat Ujung meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman mengurus bank sampah yang mulai berjalan di beberapa kelurahan sejak tahun-tahun lalu. Di Parepare, ada beberapa bank sampah yang aktif dan pelan-pelan mulai bertumbuh, salah satunya Bank Sampah Labukkang yang tempatnya berada persis di samping kantor camat Ujung. Bank sampah yang dikelola oleh kelurahan Labukkang ini menjadi Bank Sampah Induk yang area cakupannya seluruh wilayah Parepare.

Bank sampah mulai dilirik masyarakat sejak program "Meng-Emas-kan Sampah Untuk Indonesia" berjalan, dimana sampah yang warga bawa ke bank sampah akan menjadi tabungan dalam bentuk emas. Program ini berjalan berkat dukungan dari Pegadaian. Diibaratkan sebagai sebuah bank, warga yang menyimpan emasnya di bank sampah akan menjadi nasabah yang memiliki rekening dalam bentuk emas yang terus bertambah nilainya seiring dengan jumlah sampah yang mereka kumpulkan. Warga juga bisa memantau berapa jumlah tabungan emas mereka melalui aplikasi, sebagaimana dijelaskan faisal Baso.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: