Suka Duka dari Pinggir Kanal Rajawali Makassar, di Antara Sampah dan Ritus Ala Pesisir

Klikhijau.com - Melewati ruas jalan Tanjung Bunga Makassar, tepatnya di seberang gedung celebes convention centre (CCC), terdapat lorong kecil yang jalannya berlapis tanah padat. Di sepanjang jalan...

Suka Duka dari Pinggir Kanal Rajawali Makassar, di Antara Sampah dan Ritus Ala Pesisir
Bacakan Artikel

Meski begitu, kondisi kanal sesungguhnya tak seindah senyum anak-anak dan orang tua nelayan panambungan. Ada masalah umum yang terjadi nyaris di seluruh kanal di Kota Makassar, yaitu pencemaran air kanal.

Rasanya pencemaran kanal rajawali jauh lebih parah dibandingkan kondisi kanal-kanal lainnya di kota ini.

Tepat di pinggiran pelelangan ikan yang sebetulnya berada di bagian belakang lelong, sampah-sampah memenuhi tepi kanal. Tumpukan  sampah di tempat ini nyaris menyatu dengan tanah lelong, sehingga nampak seperti tepian kanal.

Tak hanya itu saja, di beberapa tempat terlihat tumpukan sampah botol dan kantong plastik berserakan di pinggiran kapal nelayan. Sampah-sampah ini menimbulkan bau tak sedap di sekeliling kanal.

Kepungan sampah

Kondisi ini meresahkan masyarakat yang rumahnya berada tepat di depan kanal. Hampir setiap waktu, masyarakat Panambungan harus membiasakan diri mencium aroma bau busuk yang keluar dari kanal.

Sampah-sampah ini juga menyebabkan air kanal berwarna hijau pekat. Beberapa warga setempat mengeluhkan tertahannya sirkulasi air akibat pembangunan jalan depan pelelangan ikan yang menghambat perputaran air kanal.

Beberapa nelayan rajawali menjelaskan kalau dulunya sepanjang tepian kanal merupakan pesisir laut. Kala itu, di hadapan pelelangan ikan terlihat laut lepas Selat Makassar, menjadikan lelong sebagai pasar ikan tersibuk di Kota Makassar.

Berbeda dengan kondisinya kini, dimana terdapat pagar tembok di depan lelong. Sebelah tembok, terlihat petak-petak tanah hasil timbunan yang memotong kanal sehingga nampak sempit.

“Dulu di depan lelong sebelum di reklamasi, aman-aman saja ini kanal, karena langsung terhubung dengan laut. Sepanjang disinikan dulunya adalah pantai. Nanti setelah ditimbun, air kotor tertahan di sekitar sini, ini yang kemudian menjadi lumpur,” tutur salah seorang nelayan yang ketika itu tengah bersantai di samping lelong.

Sampah yang tertahan di kanal ini menurut penuturan warga setempat merupakan kiriman dari kanal-kanal yang berada di sekitar Makassar. Wajar saja, letak kanal rajawali berada di penghujung jalur air kanal tepat sebelum jembatan CPI, jalur akhir pembuangan air menuju laut Makassar.

Biasanya ketika hujan tiba, sampah yang berada di kanal lain terbawa arus air dan masuk ke dalam kanal rajawali, kemudian tertahan di tempat ini.

[caption id="attachment_19185" align="alignnone" width="640"]kanal Kapal-kapal yang sandar di sekitar kanal Rajawali Makassar - Foto/Ist[/caption]

Pencemaran kanal kian parah oleh aktivitas membuang sampah di kanal rajawali. Ketika berada di tempat ini, saya mendapati beberapa warga membuang sampah rumah tangga langsung di pinggiran kanal.

Salah satu alasan utama adalah belum tersedianya tempat sampah di depan rumah mereka sehingga kanal menjadi pilihan tempat pembuangan sampah masyarakat. Meski hanya beberapa watga, namun tertahannya sampah di kanal ini memperparah kondisi kanal.

Beberapa warga juga mengeluhkan belum adanya peraturan atau sanksi yang jelas untuk diberikan kepada warga yang membuang sampah di kanal.

“Kalau sampah dari jalan Nuri terbawa ombak jadi tertahan disini. Kalau naik air, biasanya kesini lagi. Dari dulu sudah begini sampah. Harus ada aturan tegas untuk orang yang buang sampah ke kanal. Seperti di Paotere, kalau warga buang sampah ke sungai kena denda uang. Karena sampah tidak mengalir jadi tertahan”, ujar salah seorang warga yang tinggal di pinggir kanal rajawali.

Pencemaran kanal Rajawali bisa saja berdampak buruk apabila masyarakat menggunakan air kanal yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari. Tumpukan sampah di sekitar kanal menjadi rumah bagi jutaan mikrobakteri yang dapat mengacam kehidupan masyarakat sekitar.

Belum lagi, berkembang biaknya hewan penyebar penyakit yang tumbuh subur di tempat kotor seperti tikus, nyamuk demam berdarah dan lainnya. Masyarakat menjadi rentan terkena penyakit gatal-gatal, diare hingga demam berdarah.

Selain bau tak sedap dan penyakit, sampah-sampah ini juga menyimpan masalah lain bagi nelayan. Ketika memasuki musim kemarau atau saat air tengah surut di sekitar kanal, laju kapal-kapal nelayan biasanya tertahan lumpur yang terendap di dasar kanal.

Akibatnya, nelayan kesulitan untuk keluar melaut. Nelayan-nelayan ini juga mengeluhkan pembangunan reklamasi CPI yang menghambat masuknya air kedalam tempat kapal mereka bersandar.

Bagi mereka, surutnya air di sekitar kanal disebabkan oleh penimbunan pesisir laut yang menyebabkan air laut tak masuk ke dalam kanal.

Tak hanya di musim kemarau, ketika memasuki musim hujan justru masalah kian dihadapi nelayan. Letak kanal Rajawali yang berada di ujung terluar jalur kanal barat Makassar memberikannya banyak arus air sehingga berdampak bagi kapal-kapal nelayan.

Masalahnya kata mereka, beberapa kali kapal nelayan rusak akibat terseret arus air kanal yang deras. Nasib sial bila kapal mereka menghantam sisi tembok beton pinggir kanal sehingga dapat merusak kapal nelayan.

Permasalahan yang dialami masyarakat Panambungan sebenarnya juga dialami masyarakat lain yang menetap di sekitar kanal. Kanal Nuri contohnya, kondisi kanal ini tak jauh berbeda dari kanal Rajawali.

Tumpukan sampah, bau tak sedap, dan air kanal yang keruh mewarnai keseharian warga yang tinggal di sekitar kanal ini. Serupa dengan kanal Rajawali, kanal Nuri juga digunakan sebagai jalur transportasi kapal-kapal nelayan.

Selain itu, banyak terlihat penjual ikan hasil tangkapan nelayan yang membuka stan jualannya tepat di pinggiran jalan, depan kanal ini. Kanal Nuri juga terhubung langsung dengan kanal Rajawali, dimana kanal rajawali menjadi titik akhir jalur air kanal untuk keluar ke laut.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2