Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna

Klikhijau.com – Akar wangi (Vetivera zizanoides) merupakan jenis tanaman rumput‐rumputan (Gramineae) yang mirip sereh. Bedanya, dedaun akar wangi tidak mengeluarkan aroma wangi. Lalu, mengapa dinamai...

Akar Wangi, Tanaman Konservasi Pengendali Erosi yang Multiguna
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Akar wangi (Vetivera zizanoides) merupakan jenis tanaman rumput‐rumputan (Gramineae) yang mirip sereh. Bedanya, dedaun akar wangi tidak mengeluarkan aroma wangi. Lalu, mengapa dinamai akar wangi yah?

Ternyata, di bagian akar tanaman ini dapat menghasilkan minyak atsiri. Sejak puluhan tahun silam, Vetitera sudah familiar di Indonesia, bahkan sejak tahun 1981 telah dijadikan sebagai satu komoditi ekspor.

Dalam perdagangan internasional, vetitera lebih akrab dinamai “Java Vetiver Oil”. Ini tak lain karena minyak dari ekstrak akarnya memiliki aroma lembut yang khas. Aroma ini  merupakan “Ester” dari asam vetivenat dan adanya kandungan senyawa Vetiverone serta vetivenol yang saat ini belum dapat dibuat secara sintetis.

Ekstrak atsiri pada vetivera inilah yang banyak dipakai sebagai bahan utama kosmetika, parfum, wangi sabun mandi, farmasi, hingga pencegah serangga.

Adapun senyawa yang ada dalam atsiri vetivera antara lain: vetiverone, vetiverone, vetivenol, trisiklovetivenol, vetivene, trisiklovetivene, vetiveril ester, asam benzoat dan asam palmitat.

Ciri dan pertumbuhannya

Perbedaan paling menonjol lainnya antara vetivera dan sereh adalah bentuk daunnya yang lebih kecil, tegak dan kaku. Selain itu, akar wangi tidak memiliki rimpang dan tidak berstolon. Tanaman ini juga bisa rumbuh lebih tinggi dari sereh yakni mencapai 2 meter.

Vetivera dapat diperbanyak secara vegetatif melalui pecahan bonggol-bonggol bergaris tengah 10 cm dengan lima mata tunas yang diambil dari tanaman berumur 12 bulan atau lebih. Dapat pula melalui rumpun‐rumpunnya dari lokasi pembibitan, kemudian dibelah‐belah untuk ditanam/diperbanyak.

Sebelum ditanam, daunnya dipotong sehingga tersisa kurang lebih 20 cm, demi mengurangi penguapan pada saat tanam. Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi di atas 1.000 m dpl.

Untuk menghasilkan minyak yang baik dan berkualitas, vetivera lebih cocok ditanam dengan ketinggian lebih dari 700 m dpl, dengan iklim sedang dan kurang menghendaki naungan. Curah hujan optimum untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 2000 – 3000 mm tiap tahun, dengan suhu udara maksimum 17 – 27 C , dan akan tetap tumbuh meskipun dalam dua bulan tidak ada hujan.

Vetivera dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Khusus untuk produksi akar, tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah tanah yang berpasir atau tanah abu vulkanik. Apabila ditanam pada tanah yang padat, keras dan berliat berat akarnya akan sulit dicabut dan akan menghasilkan akar dengan rendemen minyak yang rendah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2