Antara Kagum dan Gemetar: Kisah di Balik Perjumpaan Anoa Jantan

oleh -115 kali dilihat
Anoa jantan-foto/Ganjar Aprianto

Klikhijau.com – “Layar ponsel saya terhenti pada sebuah unggahan di Instagram. Ada dua foto anoa di sana—satu asli, satunya lagi dipercantik sentuhan AI. Namun, bukan soal teknologi itu yang membuat jempol saya berhenti menggulir. Adalah tatapan sang anoa yang begitu garang, seolah menembus lensa dan siap menyeruduk siapa pun di depannya. Belakangan saya tahu, sang fotografer, Ganjar Aprianto, memotretnya dengan tangan yang gemetar hebat di tengah belantara Popayato.”

Suatu hari saya sedang bermain media sosial. Membuka Instagram, melihat info-info pendek di sana. Tak lama berselang saya melihat unggahan salah satu kawan tentang satwa endemik Sulawesi, anoa.

Pada unggahan itu, pemilik akun @ganjaraprianto membagikan dua foto anoa. Foto asli dan foto dengan dengan bantuan AI dengan sedikit sentuhan artistik. Membuat foto lebih tampil natural.

Pada bagian takarin, Ganjar Aprianto, menulis: “Iseng enhanced foto lama pakai AI. Anoa dataran rendah yang beruntung saya dokumentasikan di belantara hutan Popayato – Paguat 2021 silam”.

KLIK INI:  Lebih Dekat dengan Jalak Bali yang Jadi Maskot Pemilu 2024

Ada beberapa hal yang bisa kita kupas dari unggahan ini. Saya lebih tertarik membahas tampilan anoa yang ter-capture. Tampilannya garang. Sulit saya prediksi apakah dia kaget atau siap menyeruduk sang pengambil gambar.

Karena itu saya melontarkan komentar: “Keren perjumpaannya. Berasa si Ano mau menyeruduk fotografer😂”.

Sang pemilik akun kemudian membalas komentar saya dengan mengatakan bahwa ia gemetar saat memotretnya. Karena penasaran saya kembali bertanya: “Gemetar karena baru jumpa atau jangan² dia mau menyeruduk 😂”.

Mas Ganjar, begitu saya biasanya menyapanya saat bertemu, kembali membalas komentar saya. Ia mengatakan bahwa ia sedikit mawas diri. “Karena orang sana bilang, anoa demen nyeruduk😂,” balasnya pendek.

Saya menangkap bahwa anoa sering menyeruduk saat bertemu di hutan. Hal tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun Ganjar di lokasi perjumpaan di Popayato, Gorontalo.

KLIK INI:  Akankah Kita Kehilangan Burung Penyanyi dari Asia Tenggara Itu?

Menyeruduk karena merasa terancam. Menyeruduk adalah senjatanya untuk melakukan perlawanan. Sepertinya halnya satwa liar lainnya memiliki insting untuk menyerang saat terancam. Seperti ular akan menggigit saat terancam ataupun banteng akan menyeruduk saat merasa terjepit oleh situasi.

Saya hanya bisa membalas singkat, “Ngerii😂”. Menjadi akhir percakapan kami di kolom komentar.

Sementara teman Ganjar lainnya menebak bahwa anoa tersebut adalah jantan. Dan ia pun membenarkan bahwa anoa tersebut adalah jantan. Untuk membedakan antara jantan dan betina pada spesies ini bisa dilihat dari morfologinya.

Menurut Haris Mustari, dosen dan peneliti anoa IPB, bahwa jantan memiliki badan yang cenderung lebih kekar dengan warna bulu lebih gelap. Meski sama-sama memiliki tanduk, namun jantan lebih panjang dan melingkar ketimbang betina yang cenderung lebih lurus dan pendek.

Setakat kini, populasi satwa dilindungi undang-undang ini terus merosot. “Diperkirakan populasinya tersisa kurang dari 5.000 ekor,” pungkas Mustari yang dikutip dari website ipb.ac.id.

KLIK INI:  Salah Satu Satwa Paling Langka di Dunia Terekam Camera Trap di TN Ujung Kulon

Betul saja, sebarannya hanya terbatas di hutan yang dilindungi negara seperti taman nasional, kawasan suaka alam hingga kesatuan pemangkuhan hutan. Dahulu, mamalia ini juga mudah kita jumpai di Sulawesi Selatan namun keberadaan saat ini hanya bisa dihitung jari. Perjumpaannya pun semakin sulit.

Saat ini anoa lebih sering kita peroleh informasi perjumpaannya di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara. Bahkan Sulawesi Tenggara menjadikannya anoa sebagai lambang provinsi.

Upaya konservasi memang terus dilakukan untuk menjaga satwa langka ini.

Namun di sisi lain, ada banyak kejahatan yang terjadi terhadap kerbau cebol ini. Perburuan liar dan pengrusakan habitatnya terus terjadi.

KLIK INI:  Mengenal Tunjuk Langit, Tumbuhan yang Multi Manfaat

Perburuan terhadap satwa karismatik Sulawesi ini terus terjadi untuk mereka peroleh dagingnya. Beberapa kasus juga terjadi dengan niat untuk memeliharanya terutama oleh kalangan pejabat. Namun tak kalah dahsyatnya, pengrusakan hutan yang menjadi rumah baginya adalah salah satu penyebab terbesarnya.

“Saya melihat tak ada keseriusan aparat menangani perburuan liar anoa. Saat ini tak satu pun pemburu anoa yang pernah ditangkap,” papar pria yang sejak tahun 1994 sampai sekarang aktif meneliti ekologi dan konservasi anoa di habitat alamnya di Sulawesi.

Kita doakan saja agar orang-orang baik yang peduli padanya diberi umur panjang. Berharap mereka mampu menjaganya hingga mampu keluar dari zona merah, Appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yaitu satwa yang tidak boleh diburu, ditangkap, dan dibunuh serta diperdagangkan.

KLIK INI:  Perihal Ikan Wader yang Rentan Punah

Daftar pustaka
Ipb.ac.id. 2011. Anoa, Kerbau Cebol Pemalu yang Terancam Punah. https://share.google/7naw056aaE4bUfva9. Diakses 22 Februari 2026.