Hidup Tak Semanis Madu yang Dihasilkan, Lebah Diintai 12 Ancaman Mengerikan

oleh -74 kali dilihat
Ilustrasi lebah
Ilustrasi lebah/foto-suara.com

Klikhijau.com – Kehidupan lebah tak semanis madu yang dihasilkan. Banyak kisah getir dan kelam menyelaminya. Sekadar untuk bertahan hidup pun, para ahli belum lama ini mengidentifikasi 12 ancaman baru yang mengintai kehidupan lebah.

Ke-12 ancaman tersebut sangat mendesak untuk diatasi karena dapat membahayakan lebah dalam lima hingga 15 tahun mendatang—demikian  laporan baru dari Universitas Reading.

Simon Potts seorang profesor keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem Universitas Reading yang merupakan ketua Dewan Penasihat Ilmiah Bee:wild mengimbau perlunya bertindak lebih awal agar kita dapat mengurangi bahaya dan membantu penyerbuk melanjutkan hidup dan pekerjaan penting mereka di alam dan produksi pangan .

Menurutnya, dengan mengidentifikasi ancaman baru dan menemukan cara untuk melindungi penyerbuk sejak dini adalah kunci untuk mencegah penurunan populasi yang lebih besar.

KLIK INI:  Melacak Kesehatan Terumbu Karang dengan Suara

“Ini bukan sekadar masalah konservasi. Penyerbuk berperan penting dalam sistem pangan, ketahanan iklim, dan keamanan ekonomi kita. Melindungi penyerbuk berarti melindungi diri kita sendiri,” katanya.

Sebenarnya bukan hanya lebah yang diintai ancaman serius, tapi semua penyerbuk, baik kelelawar, kupu-kupu, ngengat, dan beberapa jenis burung juga terancam.

Padahal peran mereka sangat penting bagi alam dan pasokan pangan dunia, dengan hampir 90 persen dari semua tanaman berbunga dan lebih dari tiga perempat tanaman pangan utama di planet ini bergantung pada mereka.

Sayangnya, ancaman serius mengintai mereka semua, khususnya lebah. Berikut 12 ancaman yang mengintai mereka:

KLIK INI:  Ancaman yang Mengintai Dibalik Nikmatnya Gorengan Sebagai Camilan
  • Peningkatan pertanian

Pertanian penting bagi penyerbuk, tapi peningkatan pertanian dalam ruangan yang dapat mengurangi habitat alami penyerbuk liar dan menyebarkan penyakit dengan memperkenalkan penyerbuk yang dikelola ke populasi liar.

  • Kebakaran hutan

Semakin seringnya terjadi kebakaran hutan dan dikombinasikan dengan ancaman lain, dapat  menghancurkan habitat penyerbuk dan membuat pemulihan lebih sulit.

  • Polusi mikroplastik

Dampak polusi mikroplastik semakin brutal—penyerbuk juga sangat terdampak oleh keberadaannya, sebaba  dapat mengurangi kesehatan dan umur  mereka.

KLIK INI:  Si Hitam di Ujung Cangkir dan Peluang yang Tersembunyi
  • Perang dan konflik

Lahirnya perang dan konflik yang memaksa negara-negara menanam lebih sedikit varietas tanaman, menyebabkan penyerbuk tidak memiliki sumber makanan yang beragam.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa meningkatnya perang dan konflik di seluruh dunia dapat membahayakan lebah.

  • Penanaman pohon

Menanam pohon memang baik, tapi penanaman yang tidak direncanakan dengan baik untuk mencapai tujuan nol bersih justru dapat membantu atau membahayakan alam. Semuanya tergantung pada jenis yang ditanam dan di mana.

KLIK INI:  Peran Bambu sebagai Tanaman Konservasi untuk Lingkungan yang Asri
  • Polusi antibiotik

Keberadaan polusi antibiotik dapat mengontaminasi sarang lebah dan madu, memengaruhi perilaku penyerbuk seperti mengurangi pencarian makanan dan kunjungan ke bunga.

  • Polusi udara

Polusi udara seperti ozon dan nitrogen dapat mempersulit kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan reproduksi penyerbuk.

  • Meningkatnya permintaan bahan tambang

Bahan tambang seperti kobalt dan litium yang digunakan dalam baterai, yang merusak air dan tanah, menghadirkan ancaman lain bagi penyerbuk.

  • Cahaya buatan

Dampak dari lampu jalan di malam hari diketahui mengurangi kunjungan penyerbuk nokturnal ke bunga hingga 62%, dan polusi udara diketahui memengaruhi kelangsungan hidup, reproduksi, dan pertumbuhan mereka.

KLIK INI:  Menyulap Ban Motor Bekas Jadi Rak Buku yang Menarik
  • Polusi dari logam berat beracun

Logam berat beracun seperti merkuri dan kadmium yang dapat membahayakan kesehatan, perilaku dan kelangsungan hidup penyerbuk.

  • Hilangnya pelacakan pestisida secara regional

Pelacakan pestisida yang tak maksimal  dapat menyebabkan penggunaan berlebihan bahan kimia beracun yang membunuh penyerbuk, menghilangkan sumber daya bunga, menyebabkan resistensi pada hama dan merusak lingkungan.

  • Koktail pestisida

Dampak dari koktail pestisida dapat melemahkan penyerbuk yang semakin terancam oleh campuran berbahaya berbagai pestisida, terutama di negara berkembang.

Sahabat hijau, itulah 12 ancaman serius bagi penyerbuk, khususnya lebah. Bagaimana cara mengatasinya?

KLIK INI:  Tanah Liat adalah Pahlawan Baru dalam Memerangi Emisi Metana

Dilansir dari The Guardian, para ahli  telah menyerukan sejumlah langkah untuk melindungi lebah, termasuk undang-undang yang lebih kuat, di antaranya:

  • Membatasi polusi antibiotik yang membahayakan kesehatan lebah.
  • Beralih ke kendaraan listrik untuk mengurangi polusi udara yang memengaruhi penyerbuk.
  • Menciptakan habitat kaya bunga di dalam taman surya.
  • Membiakkan tanaman dengan serbuk sari dan nektar yang ditingkatkan untuk nutrisi penyerbuk yang lebih baik.
  • Perlunya upaya dari semua pihak untuk mengatasi ancaman ini.
  • Menjaga, mengelola, dan meningkatkan habitat alami  untuk menciptakan ruang yang aman bagi penyerbuk.
  • Perlu tindakan individu seperti menyediakan makanan dan area bersarang di kebun.
KLIK INI:  Fakta Tak Terduga dari Pahlawan Penyerbuk yang Bernama Serangga