Tanah Liat adalah Pahlawan Baru dalam Memerangi Emisi Metana

Klikhijau.com โ€“ Tanah liat adalah bahan utama kerajinan tangan. Khususnya untuk pembuatan guci, tembikar, kendi hingga piring. Tidak hanya itu, tanah liat adalah bahan baku utama pula pembuatan bat...

Tanah Liat adalah Pahlawan Baru dalam Memerangi Emisi Metana
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Tanah liat adalah bahan utama kerajinan tangan. Khususnya untuk pembuatan guci, tembikar, kendi hingga piring.

Tidak hanya itu, tanah liat adalah bahan baku utama pula pembuatan batu merah. Batu yang banyak digunakan untuk konstruksi bangunan.

Ia memiliki partikel mineral yang berkerangka dasar silikat. Diameternya ย kurang dari 5 mikrometer. Tanah liat biasa juga disebut denganย  lempung.

Tanah liat ย memiliki ย aluminium halus dan atau leburan silika. Tidak hanya dijadikan sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan dan pembuatan batu merah.

[irp]

Rupanya tanah liat juga memiliki manfaat lain yang tak kalah hebatnya, yakni bisa mengurangi gas atau emisi metana.

Metana atau CH4 adalah salah satu gas rumah kaca (GRC) dengan indeks potensi pemanasan global 21 kali molekul C02 atau karbon dioksida.

Pertanian dan peternakan merupakan penyumbang gas metana yang besar. Di Indonesia, lahan persawahan menurut A. Wihardjaka, (2015) diduga memberikan kontribusi sekitar 1 persen dari total global metana.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: