Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik Ala Enis Akiev

oleh -1.849 kali dilihat
Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik Ala Enis Akiev
Keramik dari sampah plastik karya Enis Akiev/foto -dezeen.com.
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Cara membuat kerajinan tangan gampang-gampang susah. Gampang bagi orang yang memiliki keahlian dan sangat sulit bagi yang tak memilikinya.

Kerajinan tangan atau kriya merupakan bentuk seni ‘tingkat’ tinggi. Bahan-bahan yang tak berguna bagi kebanyakan orang, di tangan orang yang ahli bisa berubah jadi barang berharga. Memiliki nilai ekonomi tinggi dan estetis.

Kerajinan tangan mulai berkembang di zaman Neolitikum atau zaman Batu Muda. Zaman ini adalah masa perubahan yang sangat besar dalam hidup manusia.

Pada saat itu manusia telah hidup menetap pada suatu tempat. Pada saat itulah pemikiran manusia mulai memikirkan untuk menghasilkan sesuatu agar lebih berguna.

KLIK INI:  Ibu-Ibu, Koran Bekas dan Inspirasi dari Seorang Dosen Seni UNM

Benda-benda yang dihasilkan di antaranya adalah kerajinan tangan. Terbuat dari bahan-bahan yang terdapad di lingkungan. Dikreasi agar lebih menarik terlihat.

Seiring dengan perkembangan zaman. Kerajinan tangan semakin berkembang. Cara membuat kerajinan tangan pun berkembang, mulai dari alat hingga bahannya.

Ada seniman yang membuat kreasinya dari bahan yang mahal, ada juga dari barang yang tak bernilai seperti halnya yang dilakukan oleh Enis Akiev

Akiev membuat kreasi dari sampah plastik. Kreasinya bukan terbilang tidak umum seperti dilakukan banyak orang yang mengkreasi sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Akiev membuat keramik yang mengesankan dari sampah plastik.

“Saya mendapat ide ini karena banyak sampah plastik yang terbuang ke laut,” katanya

Akiev merupakan desainer perempuan yang berasal dari Jerman. Ia mengubah sampah plastik menjadi keramik yang eksotik.

Keramik yang dihasilan oleh tangan kreatif Akiev berwarna-warni sehingga tampak indah. Warna-warna tersebut merupakan warna asli dari plastik yang ia temukan lalu satukan.

KLIK INI:  8 Penyebab Terjadinya Tanah Longsor dan Banjir Bandang, Poin Terakhir Patut Diwapadai!

“Warna-warna diciptakan sepenuhnya melalui pemilahan sampah yang  menjadi tumpukan yang serasi,” kata lulusan Sekolah Desain Internasional Köln tersebut.

Proses sehingga Akiev bisa membuat kerajinan tangan dari plastik tidaklah mudah. Ia mampu menyulap sampah plastik bernilai seni tinggi dan bisa menyelamatkan lingkungan dari kepungan sampah plastik melalui jalan yang panjang.

Akiev menyadari bahwa plastik adalah sesuatu yang tak bisa dibuang. Karena akan menimbulkan berbagai macam masalah.

Ia terus menggali idenya untuk mengurangi sampah plastik. Suatu hari ia menemukan sebuah laporan dari Geological Society of America. Laporan tersebut mengumumkan penemuan “batu” baru yang disebut plastiglomerate.

Setiap keramik adalah karya seni

Plastiglomerate itu pertama kali  ditemukan di pulau Hawaii pada 2013, setelah letusan gunung berapi menyatukan limbah plastik dengan bahan-bahan alami di sekitarnya seperti pecahan batu, pasir dan lava.

KLIK INI:  Menggemaskan, Saat Masih 7 Tahun, Ryan Hasilkan Rp130 Juta dari Sampah

Setelah itu ia mempelajari plastik yang terdampar di pantai. Akiev menemukan fakta bahwa akibat tekanan dan panas, plastik  bisa  membantau di pantai atau lingkugan.

Ia kemudian  mempelajari kondisi plastik yang ditemukan, bagaimana strukturnya terbentuk. Setelah pertanyaannya terjawab. Ia lalu gunakan proses yang sama untuk mengolah limbah kemasan plastik plastik keramik.

“Saya bertujuan untuk meningkatkan nilai materi dan ingin menampilkan estetika yang menarik,” jelasnya. “Jadi sedikit banyak, setiap keramik adalah karya seni dan saya harap itu akan dihargai dan disimpan untuk waktu yang lama,” katanya seperti dikutip dari dezeen.com.

Akiev akan berburu sampah plastik, mengumpulkan, membersihkan lalu memilahnya. Limbah plastik yang ditemukan akan dicetak lalu dilelehkan di dalam oven.

Akiev menggunakan oven untuk melelehkan sampah plastik. Sebab panas dalam oven akan melepaskan zat beracun dari plastik.

Setiap Akiev membuat keramik dari sampah plastik ia akan menggunakan masker dan sarung tangan agar terhindar dari paparan zat beracun plastik tersebut.

Kini Akiev mendirikan usaha sosial untuk memproduksi keramik dari sampah plastik dalam skala besar. Jika usaha itu berhasil, tentu  bisa mengurangi sampah plastik yang kini jadi masalah yang sangat rumit bagi lingkungan, khususnya laut.

KLIK INI:  Armonica, Grup Band Asal NTB Rilis Album Inspiratif tentang Lingkungan