7 Fakta Mencemaskan Perihal Skandal Limbah Bangkai Kapal di Dunia

Klikhijau.com โ€“ Bangkai kapal sejatinya dibuang dengan prosedur yang benar agar tak berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Data baru yang dirilis hari ini oleh NGO Shipbreaking Platform,...

7 Fakta Mencemaskan Perihal Skandal Limbah Bangkai Kapal di Dunia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Bangkai kapal sejatinya dibuang dengan prosedur yang benar agar tak berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan.

Data baru yang dirilis hari ini oleh NGO Shipbreaking Platform, pada tahun 2020 ada 630 kapal komersial dan unit lepas pantai dijual ke tempat pembuangan bangkai kapal.

Kapal-kapal ini terdiri 446 kapal tanker besar, bulkers, anjungan terapung, kargo dan kapal penumpang yang rusak diturunkan di tiga pantai di Asia Selatan. Berat kapal-kapal ini mencapai hampir 90% dari total tonase kotor semua kapal yang dibongkar secara global.

Kemana saja bangkai selama ini terbuang dan apakah ini dilakukan dengan aman? Lalu, bagaimana pula dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini akhirnya cukup merisaukan perihal skandal buangan bangkai kapal yang sejauh ini jarang dibicarakan.

Berikut 7 fakta menarik perihal skandal buangan bangkai kapal yang mencemaskan:

[irp]



  • Bangkai kapal berbahaya



Menurut Hukum Lingkungan Internasional, kapal dianggap sebagai limbah berbahaya dan beracun karena mengandung banyak bahan dan zat beracun di dalam strukturnya, dan di dalam kapal berbentuk residu.

Bahan-bahan berbahaya beracun tersebut antara lain kadmium, baterai timbal, asbes, merkuri, zat perusak ozon, PAH, dan minyak residu, yang semuanya perlu dikelola dengan cara yang aman dan ramah lingkungan. Ekspor kapal yang sudah habis masa pakai dari negara maju ke negara berkembang telah dilarang oleh UNEP dalam Konvensi Basel.



  • Skandal bangkai kapal, kematian dan pencemaran



Tahun lalu, hampir 90% dari total berat (tonase) kapal dunia dibongkar di Pantai-pantai Alang di India, Chattogram di Bangladesh, dan Gadani di Pakistan. Konsekuensi negatif dari kegiatan pembongkaran kapal sangat nyata dan dirasakan oleh banyak orang di lokasi-lokasi tersebut.

Pekerja seringkali terdiri dari tenaga kerja migran yang dieksploitasi, beberapa dari mereka adalah anak-anak menghadapi risiko yang sangat besar.

Mereka terbunuh atau terluka parah oleh kebakaran dan lempengan baja yang jatuh, dan sakit karena terpapar asap dan zat beracun.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: