5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun

Klikhijau.com - Chairil Anwar, penyair yang mati muda. Ia bergelar Binatang Jalang. Gelar itu terdapat dalam diksi dalam puisinya yang berjudul AKU. Pada puisinya itu, ada diksi “aku ini binatang jala...

5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun
Bacakan Artikel

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

[irp]

 

Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh dipulau,
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan melancar

Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang tapi terasa
Aku tidak kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajak bertakhta, sambil berkata:
“tunjukkan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku!

Manisku jauh dipulau,
Kalau kumati, dia mati iseng sendiri

[irp]

 

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: