5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun

Klikhijau.com - Chairil Anwar, penyair yang mati muda. Ia bergelar Binatang Jalang. Gelar itu terdapat dalam diksi dalam puisinya yang berjudul AKU. Pada puisinya itu, ada diksi “aku ini binatang jala...

5 Puisi Chairil Anwar Bermetafora Alam yang Akan Terus Hidup Seribu Tahun
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949

 

Yang Terampas dan Yang Terputus

Kelam dan angin lalu mempersiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tubuh
Di karet, di karet sampai juga deru angin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
Dan aku bisa lagi lepaskan kisah padamu

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

 

Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh dipulau,
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan melancar

Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang tapi terasa
Aku tidak kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajak bertakhta, sambil berkata:
“tunjukkan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku!

Manisku jauh dipulau,
Kalau kumati, dia mati iseng sendiri

 

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali

Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendirian.
Berjalan menyisir semenanjung
Masih pengap harap

Sekali tiba di ujung
Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat
Sedu penghabisan bisa terdekap

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2